Bantah Dana dari Bansos, Kubu Gibran Beberkan Sumber Dana di Pemilukada Solo

Bantah Dana dari Bansos, Kubu Gibran Beberkan Sumber Dana di Pemilukada Solo
Gibran Rakabuming Raka (Tempo.com)
Editor : Donald Berita Anda — Senin, 21 Desember 2020 15:23 WIB
terasjakarta.id


Kaus korupsi dana bansos Covid-19 kian menarik setelah  nama putra sulung Presiden Joko Widodo Gibran Rakabuming Raka disebut-sebut ada dalam pusaran kasus ini. Meski Gibran telah membantah, namun namanya tetap disebut-sebut. Apalagi, Gibran baru saja menikuti Pemilukasa Kota Solo dan dinyatakan menang versi hitung cepat.

Kabar yang beredar, korupsi bansos itu digunakan untuk mendanai calon kepala daerah. Namun, Gibran tegas membantah itu. Lalu dari mana asal duit Gibran maju Pilkada Solo?

Tim Pemenangan Gibran-Teguh, Putut Gunawan, kepada wartawan di Solo, Senin (21/12/2020  juga  membantah keterkaitannya dengan korupsi dana bansos itu. Tim pemenangan Gibran memastikan tak ada dana kampanye yang bersumber dari hasil korupsi.

"Tidak ada (aliran dari Mensos dan Sritex)," kata Ketua Tim Pemenangan Gibran-Teguh, Putut Gunawan, kepada wartawan di Solo.

Lalu dari mana saja dana kampanye untuk memenangkan Gibran Rakabuming-Teguh Prakosa?

 Putut menjelaskan,  sebagian dana berasal dari Gibran, sebagian urunan kawan-kawan di fraksi (PDIP), sebagian dari urunan kas partai, dan juga berasall n dari beberapa penyumbang.

Politisi PDIP ini mengatakan,  tak ada dana masuk yang bersumber dari partai pendukung Gibran-Teguh. Seperti diketahui, Gibran-Teguh diusung partai PDIP dan sedikitnya delapan partai politik.

"Partai pendukung hanya mengerahkan massa. Partai pendukung yang kampanye sendiri dengan biaya sendiri kita nggak tahu, tapi nggak ada yang masuk ke kita," terangnya.

Sementara itu, Gibran sendiri juga telah membantah isu liar tersebut. Dia menegaskan tidak pernah terlibat dalam proyek bansos.

"Itu nggak bener itu. Saya itu tidak pernah merekomendasikan, memerintah atau ikut campur dalam urusan bansos ini. Apalagi merekomendasikan goodie bag, nggak pernah seperti itu," kata Gibran usai blusukan di kawasan Banjarsari, Solo, Senin (21/12).

Menurut Gibran, dana kampanyenya dalam Pilkada Solo bisa dicek dalam laporan yang sudah dia sampaikan ke KPU.

 

"Bisa dicek sendiri, bisa dicek semua. LHKPN, dana kampanye, bisa dicek online. Silahkan dicek ke tim. Kita nggak pernah yang namanya ditutup-tutupi," cetus Gibran.

Gibran juga  membantah telah merekomendasikan Sritex untuk mendapat proyek terkait pembuatan tas kain bansos Covid-19. Terlebih, ia mengaku tidak pernah bertemu dengan  Menteri Sosial nonaktif Juliari Peter Batubara yang menjadi tersangka dalam kasus ini.

"Itu enggak bener itu. Saya itu tidak pernah merekomendasikan atau memerintah atau ikut campur dalam urusan bansos ini. Itu berita yang tidak benar," katanya usai menyalurkan bantuan asupan gizi kepada warga RT 01 RW 02, Kelurahan Banyuagung, Kecamatan Banjarsari, Senin (21/12).

Selain Juliari, lembaga antirasuah sudah menetapkan empat tersangka lain yang terdiri dari unsur penyelenggara negara maupun pihak swasta. (don)

Gibran Rakabuming Raka membantah terlibat dalam pusaran kasus korupsi dana bansos eks Mensos Juliari P Batubara. Kabar yang beredar korupsi bansos itu digunakan untuk mendanai calon kepala daerah. Lalu dari mana asal duit Gibran maju Pilkada Solo?

Loading...

Related Post