Namanya Riuh di Jagad Medsos Terkait Dana Bansos Covid-19, Gibran: Ah, Saya Gak Gitu!

Namanya Riuh di Jagad Medsos Terkait Dana Bansos Covid-19, Gibran: Ah, Saya Gak Gitu!
Gibran Rakabuming Raka (detik.com)
Editor : Donald Berita Anda — Senin, 21 Desember 2020 13:31 WIB
terasjakarta.id


Sudah hampir dua pekan kasus penanganan korupsi  dan bantuan sosial alias bansos Covid-19 ditangani KPK. Namun, kasus ini  kembali populer di media sosial Twitter sepanjang Minggu (20/12) hingga Selasa 21/11). Hal itu terjadi setelah putra Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming dikaitkan dengan kasus korupsi dana bansos yang melibatkan politikus PDIP Juliari Peter Batubara.

Gunjingan mengenai korupsi bansos yang melibatkan Gibran dan eks Menteri Sosial itu sudah tembus lebih dari 60 ribu kali hingga Senin (21/12), pukul 12.00 WIB.

Salah satu akun yang membicarakan bansos adalah @nasirtlp. Dia menyebut harinya terganggu dengan korupsi bansos

"Monday ceriaku terganggu sama oligarki dan korupsi bansos. Aduh mamaeee," kicau @nasirtlp.

Sedangkan @EwinkGanden menyampaikan dana hasil kurupsi bansos tidak hanya dinikmati segelintir orang. Dia menyebut dana yang semestinya untuk kepentingan rakyat masuk ke kantong penjahat.

"Korupsi dana bansos mengalir sampai jauh. Banjir di kantung penjahat, kering di kantung rakyat," kicau @EwinkGanden.

Adapun akun @anwicaksana berharap KPK berani mengusut tntas kasus korupsi bansos. Namun, dia tidak secara spesifik menyebut siapa aktor yang perlu disikat oleh KPK.

"Diperlukan keberanian KPK untuk mengusut tuntas korupsi bansos yg melibatkan .....," kicau @anwicaksana.

Di sisi lain, akun @Sijo_su menyarankan dana bansos diberikan secara tunai. Sebab, cara itu lebih efektif mencegah korupsi.

"Bansos dr pemerintah mmg sebaiknya duit tunai, kalau berupa sembako pasti nilainya susut buanyak dibanding dgn angka nominalnya, penerima adanya cuma pasrah-srah...," ujar @Sijo_s
Diberitakan Majalah Tempo sebelumnya, sejumlah pejabat hingga para calon kepala daerah yang diusung partai pimpinan Megawati Soekarnoputri itu diduga ikut menerima aliran dana dari perkara dugaan suap bansosCovid-19 yang membelit MensosnonaktifJuliari.

Aliran duit bahkan disebut diterima oleh seorang ketua komisi di DPR RI hingga pejabat di Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Program bantuan bagi masyarakat yang terkena dampak Covid-19 tersebut diduga dirancang untuk menjadi proyek bancakan.

Selain itu, Juliari juga disebut secara khusus ditengarai membentuk tim khusus untuk memilih vendor atau perusahaan penyedia paket bahan pokok, penyedia goodie bag, hingga jasa pengiriman bantuan sampai ke kelompok penerima manfaat.

Tercatat ada enam perusahaan yang diduga menerima proyek penyaluran bansos dari Kemensos. Selama beberapa bulan terakhir, mereka mendapat jutaan proyek paket bansos dengan nilai anggaran rata-rata di atas Rp300 miliar.

PT Sri Rejeki Isman Tbk atau Sritex adalah satu dari enam perusahaan yang ditunjuk Kemensos menggarap proyek pembuatan tas kain untuk penyaluran bansos. Padahal, semula, proyek ini dijanjikan kepada perusahaan kecil dan menengah.

Disebutkan, nama Sritex muncul setelah mendapat rekeomendasi dari anak Presiden Joko Widodo yang maju di Solo, Gibran Rakabuming Raka.

Namun Gibran membantah dengan tegas bahwa dirinya terlibat dalam korupsi dana Bantuan Sosial (Bansos) Covid-19. Menurutnya, tudingan tersebut tak berdasar lantaran ia belum pernah bertemu dengan eks Menteri Sosial (Mensos) Juliari Peter Batubara.

"Itu enggak benar itu. Saya itu tidak pernah merekomendasikan atau memerintah atau ikut campur dalam urusan bansos ini. Itu berita yang tidak benar," katanya usai menyalurkan bantuan asupan gizi kepada warga RT 01 RW 02, Kelurahan Banyuagung, Kecamatan Banjarsari, Senin (21/12).

Terkait pemberitaan hasil investigasi Majalah Tempo, Gibran menyangal telah merekomendasikan Sritex untuk menggarap menangani pembuatan tas bansos korban Corona. Dari hebohnya berita itu, dia pun menantang agar semua pihak menanyakan langsung ke KPK.  "Bisa dikroscek juga ke pihak Sritex. Kayaknya juga sudah mengeluarkan statmen," tambah dia.

Menurutnya, berita-berita tentang isu dirinya terlibat skandal korupsi tak bisa dipertanggung jawabkan.

"Saya enggak pernah seperti itu. Kalau mau korupsi ya yang lebih besar dong. Tapi enggak saya nggak," tegasnya.

Juru Bicara KPK saat menanggappi perihal nama Gibran yang disebut terlibat kasus bansos Corona seperti yang diberitakan Majalah Tempo, memastikan penyidik akan terus menggali setiap informasi dengan meminta keterangan sejumlah saksi-saksi.

"Kami memastikan bahwa setiap informasi tentu akan digali dan dikonfirmasi kepada para saksi-saksi yang dipanggil dan diperiksa oleh tim penyidik KPK tersebut," kata Ali saat dikonfirmasi, Senin.

Menurut Ali, proses penyidikan dan penyelesaian berkas perkara yang telah menjerat Juliari masih terus berlangsung.

Penyidik KPK, kata Ali, masih akan melengkapi bukti data dan informasi antara lain dengan memanggil dan memeriksa sejumlah saksi.

Ali mengatakan belum dapat membeberkan perkembangan kasus bansos corona karena alasan telah masuk ke ranah penyidikan. Dia hanya meminta agar masyarakat bisa mengikuti kasus tersebut jika sudah disidangkan. 

"Seluruh masyarakat dapat mengikuti bagaimana rangkaian peristiwa dan proses didalam persidangan," kata dia.

Seperti diketahui, dalam kasus ini KPK mengamankan barang bukti berupa uang mencapai Rp14,5 miliar berupa mata uang rupiah dan mata uang asing.

Masing-masing sejumlah ekitar Rp11, 9 miliar, sekitar USD 171,085 (setara Rp 2,420 miliar) dan sekitar SGD 23.000 (setara Rp 243 juta).

Usai ditetapkan sebagai tersangka, Juliari langsung menyerahkan diri ke kantor KPK pada Minggu (6/12/2020) dini hari sekitar pukul 02.55 WIB. Setelah dilakukan pemeriksaan sebagai tersangk, KPK pun resmi menahan Juliari. (jps/DAL/CNN/don)

Kasus korupsi dana bansos Covid-19i kembali populer di media sosial Twitter sepanjang Minggu (20/12) hingga Selasa 21/11). Hal itu terjadi setelah putra Presiden Joko Widodo Gibran Rakabuming dikaitkan dengan kasus korupsi dana bansos yang melibatkan po

Loading...

Related Post