Serahkan Dokumen, Keluarga 6 Laskar FPI Tuntut Transparansi Penangan Kasus

Serahkan Dokumen, Keluarga 6 Laskar FPI Tuntut Transparansi Penangan Kasus
Sugito Atmo Pawiro (Harianindo.com)
Editor : Donald Berita Anda — Senin, 21 Desember 2020 12:24 WIB
terasjakarta.id


Kuasa Hukum keluarga enam laskar  Front Pembela Islam (FPI) yang tewas dalan insiden bentrokan dengan Polisi pada Senin (7/12) lalu menyerahkan sejumlah  dokumen tentang kronologis terkait peristiwa berdarah di KM 50 Tol Jakarta-Cikampek (Japek) itu.

Kuasa hukum keluarga laskar FPI, Sugito Atmo Prawiro menjelaskan bahwa dokumen yang diserahkan tidak hanya cerita runtutan kronoligi versi mereka saja, tapi juga ada sejumlah foto-foto yang disertakan.

“Kita menyerahkan semua dokumen termasuk soal penembakan 6 laskar, foto-foto dan beberapa kronologis terkait perisitiwa tersebut karen masih simpang siur,” kata Sugito di gedung Komnas HAM, Latuharhari, Jakarta Pusat, Senin (21/12)

Sugito mengatakan, kedatangannya bersama beberapa keluarga enam laskar FPI ini diharapkan dapat membuat terang benderang kasus yang diduga melanggar HAM tersebut

“Kami menginginkan harus benar-benar clear transparan. Karena Polda dan Mabes sudah rekontruksi, tapi kan rekonstruksi itu hanya dihadiri penyidik saja harusnya ada pihak netral yang memantau,” tandasnya.

Dalam arti, sambung Sugito, pihaknya mendorong agar Komnas HAM terlibat lansung dalam investigasi tewasnya enam laskar FPI.

“Polisi kan bagian dari peristiwa ini, tentunya akan tidak netral kalau tidak ada perwakilan pihak lain,” pungkasnya.

Sementara itu, Komisi Nasional (Komnas)  mengagendakan untuk mengecek mobil yang dipakai oleh anggota Polda Metro Jaya dan Front Pembela Islam saat terlibat bentrok di KM 50 Tol Jakarta-Cikampek.

“Kami sudah melayangkan surat kepada Kabareskrim untuk melihat langsung mobil dan petugas-petugas yang memeriksa mobilnya. Rencananya siang ini di Polda Metro Jaya,” kata Choirul Anam

Choirul Anam menambahkan, setalah melakukan pengecekan terhadap mobil yang digunakan, pihaknya juga akan mengecek barang bukti yang ditemukan, yaitu berupa senjata api. Termasuk melihat hasil uji balistik dari peluru yang keluar menembus tubuh enam anggota Laskar FPI.

“Jadi semua yang kami dapatkan kami harap ada beberapa ahli yang membanti kami untuk menjelaskan duduk soalnya seperti yang secara scientifik itu sesuai apa tidak,” pungkas Chorul Anam. (don)

 

 

Kuasa Hukum keluarga enam laskar Front Pembela Islam (FPI) yang tewas dalan insiden bentrokan dengan Polisi pada Senin (7/12) lalu menyerahkan sejumlah dokumen tentang kronologis terkait peristiwa berdarah di KM 50 Tol Jakarta-Cikampek (Japek) itu.

Loading...

Related Post