Polisi Bekuk Tiga Tukang Ojek Calo Penjual Jasa Rapid Test

Polisi Bekuk Tiga Tukang Ojek Calo Penjual Jasa Rapid Test
ilustrasi (ist)
Editor : Potan News — Minggu, 20 Desember 2020 18:27 WIB
terasjakarta.id

Kepolisian Polres Jakarta Pusat dan Polsek Senen membekuk tiga tukang ojek AS (46), LY (34) dan HS (40) yang diduga menjadi calo rapid test pada Minggu (20/12/20) dinihari. Ke-tiga nya ditangkap di pintu masuk Stasiun KA Senen, Jakarta Pusat.

Para pelaku memanfaatkan celah jasa rapid test di luar stasiun Senen ketika loket yang berada di dalam stasiun telah tutup.

Seperti diketahui, syarat bagi penumpang kereta api harus melakukan rapid test. Namun rapid test antibodi dapat dilakukan di instansi layanan kesehatan lainnya, tidak harus di stasiun. Nantinya, berkas hasil rapid non reaktif wajib dibawa saat akan melakukan perjalanan kereta api.

Adanya peraturan tersebut, dimanfaatkan para pelaku untuk menawarkan jasa hasil rapid test dan mengantarkan calon penumpang ke klinik tertentu. Para pelaku menawarkan hasil rapid tes tanpa dilakukan pemeriksaan kesehatan dengan harga tergolong murah.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Heru Novianto menegaskan, pihaknya bergerak cepat lantaran berita cukup ramai bahwa di Stasiun Senen ada perputaran calo terkait rapid tes. Karena situasi stasiun terlalu padat sehingga dimanfaatkan para calo-calo menawarkan jasa untuk melakukan rapid di tempat lain. Adanya praktik calo tersebut membuat warga resah dan melapor ke Polres Jakpus.

"Tadi malan kami lakukan penyelidikan dan tangkap tiga calo ini. Keterlibatan calo ini sementara masih sebagai jasa saja, tapi akan kami dalami apakah ada tindak pidananya," tegasnya kepada wartawan, Minggu (20/12/20) sore.

Hingga kini jajaran reserse kriminal Polres Metro Jakarta Pusat dan Polsek Senen masih melakukan penyelidikan terkait laporan praktik calo rapid test dan klinik yang mengeluarkan jasa rapid tersebut.

"Mungkin ada penyalahgunaan rapid ini, kami masih mohon waktu u penyelidikan. Apabila ada hasil akan kami sampaikan. Ketiga pelaku berperan sebagai calo," ujarnya.

Peran yang dilakukan para pelaku adalah menawarkan diri. Mereka mematok tarif antar senilai 50 ribu, biaya rapid 95 ribu dan biaya gojek 45 ribu. "Perbuatan itu sudah berjalan sejak rapid diwajibkan bagi penumpang kereta api. Mereka cari celah penumpang yang tidak mau antri," jelasnya.

Heru mengimbau kepada masyarakat terutama kepada warga yang gunakan kereta api. "Kalau mau berangkat jangan mepet waktunya dan pastikan tempat rapid valid agar saat pulang kampung tidak tularkan covid di tempat lain. Hati-hati, virus Covid DKI masih tinggi. Kami semalam juga lakukan operasi, semua kami kumpulkan dan adakan rapid. Ini u selamatkan jiwa di Jakarta karena penyebaran covid masih tinggi," imbau Heru.

Sementara Kanit Reskrim Polsek Senen AKP Bambang Santoso menjelaskan, modus yang mereka (para pelaku) tawarkan hasil rapid test itu diduga tidak lakukan pemeriksaan. "Tapi keluarkan suratnya yang dikhawatirkan seperti itu, jadi hanya pakai KTP (penumpang) tanpa kehadiran orangnya, kemudian dikeluarkan rapid test itu. Hasil penyelidikan seperti itu," bebernya.

Dari hasil penyelidikan anggota reskrim Polsek Senen, sejauh ini para pelaku menawarkan rapid test saat penumpang hendak berangkat tapi loket rapid test di stasiun sudah tutup. Akhirnya banyak penumpang yang mencari hasil rapid test di luar stasiun.

"Karena ada celah itu, ada calo tawarkan dengan tawaran hasil rapid test cepat dan murah tanpa prosedur pemeriksaan. Kami masih dalami pembuktian surat (rapid) dan kliniknya," tutupnya. (adt)

Polisi Tiga Tukang Ojek Calo Penjual Jasa Rapid Test

Loading...

Related Post