Strategi Polisi Hadapi Aksi 1812 di Istana Negara, Jumat Besok

Strategi Polisi Hadapi  Aksi 1812 di Istana Negara, Jumat Besok
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran (Jpnn.com)
Editor : Donald Berita Anda — Kamis, 17 Desember 2020 15:28 WIB
terasjakarta.id


Unjuk rasa berskala besar diperkirakan akan terjadi Jumat (18/12) besok di Istana Negara Jakarta Pusat, menuntut pembebasan Habib Rizieq. Unjuk rasa ini sudah digaungkan Aliansi Nasional Anti-Komunis (ANAK) NKRI sejak beberapa hari terakhir ini.

Rencananya,  aksi ANAK NKRI ini melibatkan tiga ormas yaitu Persaudaraan Alumni (PA) 212, Front Pembela Islam (FPI), dan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama.

Dalam aksinya bertajuk Aksi 1812 akan menuntut pengusutan 6 Laskar FPI yang tewas ditembak anggota Polri dan untuk membebaskan Habib Rizieq Shihab (HRS) serta meminta stop kriminalisasi ulama. 

Polda Metro Jaya sudah  memastikan tidak akan memberikan izin rencana aksi demonstrasi oleh Aliansi Nasional Anti-Komunis (ANAK) NKRI di depan Istana Negara itu.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan, belum mengetahui apakah aksi demonstrasi tersebut sudah melayangkan surat pemberitahuan ke pihak kepolisian.

"Besok saya akan cek (surat pemberitahuan)," kata Yusri di Mapolda Metro Jaya, Kamis (17/12/2020).

Namun, Yusri menegaskan Polda Metro Jaya tidak akan mengeluarkan surat tanda terima pemberitahuan (STTP) terkait aksi tersebut. Pasalnya, saat ini Jakarta masih dalam situasi pandemi Covid-19.

"Saat ini masa pandemi Covid-19, aksi itu berpotensi menimbulkan kerumunan dan memunculkan klaster baru Covid-19. Jadi pastinya tidak akan kami keluarkan STTP," pungkasnya.

Lalu, bagaimana jik aksi 1812 itu tetap dijalankan? Polda Metro Jaya akan melakukan operasi kemanusiaan jika menemukan aksi massa di wilayah hukum Polda Metro Jaya, karena keselamatan masyarakat adalah hukum tertinggi.

Hal tersebut dikatakan Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran terkait rencana aksi demonstrasi dari Aliansi Nasional Anti-Komunis (ANAK) NKRI di depan Istana Negara, Jakarta Pusat, Jumat besok.

"Kalau ada aksi, kami akan melaksanakan operasi kemanusiaan. Keselamatan masyarakat menjadi hukum tertinggi. Sudah ada UU Kekarantinaan Kesehataan, wabah penyakit menular, ada Perda, Pergub, Instruksi Gubernur," kata Fadil di Mapolda Metro Jaya, Kamis (17/12/2020).

Dikatakan, dalan operasi kemanusiaan itu pihaknya akan melaksanakan 3T yaitu Testing (pemeriksaan), Tracing (pelacakan), dan Treatment (pengobatan).

"Kita laksanakan operasi kemanusiaan dalam bentuk 3T, sehingga kerumunan bisa dikendalikan. Klaster Petamburan dan Tebet sudah membukti bahwa kerumunan sanagat berbahaya," ungkap Fadil. (Don)

 

 

Unjuk rasa berskala besar diperkirakan akan terjadi Jumat (18/12) besok di Istana Negara Jakarta Pusat menuntut pembebasan Habib Rizieq. Unjuk rasa ini sudah digaungkan Aliansi Nasional Anti-Komunis (ANAK) NKRI sejak beberapa hari terakhir ini.

Loading...

Related Post