Kondisi Curug Baliung yang Masih Alami Mampu Menjadi Obat Stres

Kondisi Curug Baliung yang Masih Alami Mampu Menjadi Obat Stres
Editor : Potan Traveling — Kamis, 17 Desember 2020 14:20 WIB
terasjakarta.id


Wisata alam menjadi salah satu pilihan bagi masyarakat untuk menghilangkan kejenuhan akibat pandemi. Terlebih bagi warga ibukota yang karib dengan kebisingan dan hiruk-pikuk kehidupan kota.

Yah, alam bisa menjadi tempat bagi orang untuk menghilangkan stress atau penat.

Salah satu tempat wisata alam yang menjadi favorit adalah Curug Baliung yang berlokasi di Desa Cibadak, Sukamakmur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Keindahan alamnya masih asri dan alami.

"Kondisinya masih benar-benar alami meski sudah banyak dikunjungi orang, airnya tetap hijau," ujar salahsatu pengunjung.

Para pengunjung rela mengakses jalan yang terbilang terjal untuk bisa menikmati indahnya pemandangan alam di Curug Baliung. Pasalnya, dari tempat parkir kendaraan roda dua, pengunjung masih harus berjalan kaki layaknya melewati jalur pendakian sekitar 30 menit.

Namun, jerih payah pengunjung akan terbayar setibanya di lokasi air terjun. Selain bisa berenang menikmati segarnya air Curug Baliung, pengunjung juga bisa menjadikan air jernih tersebut sebagai latar untuk berswafoto.

Selain Curug Baliung, ada empat curug lainnya yang juga masih berlokasi di Desa Cibadak, yakni Curug Leuwi Hejo, Curug Leuwi Liek, Curug Leuwi Ciung, serta Curug Leuwi Cepet. Lokasi antara curug satu ke yang lainnya tak terlalu jauh, yaitu sekitar 5-15 menit diakses dengan cara berjalan kaki.

Seorang pengelolaan Curug Baliung, Sanusi menyebutkan, jumlah kunjungan ke Curug Baliung justru meningkat ketika selama pandemi COVID-19. Ia meyakini bahwa wisata tersebut dijadikan alternatif berlibur lantaran banyak tempat wisata yang tutup selama pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Meski begitu, ia tetap menerapkan standar protokol kesehatan pencegahan COVID-19 bagi pengunjung seperti yang dianjurkan Pemerintan Kabupaten (Pemkab) Bogor. Salah satunya dengan menyediakan tempat mencuci tangan dan memeriksa suhu tubuh pengunjung di gerbang utama.

Air terjun di curug inj tidak telalu tinggi namun deras dan jernih. Sungai tempat bermuara nya air berwarna hijau toska dan lebih terlihat jelas pada saat musim panas. Menyusuri sungai nya merupakan keistimewaan tersendiri.

Selain kejernihan airnya, bebatuan raksasa di sekelilingnya di sepanjang mata memandang menimbulkan sensasi tersendiri, membuat kita lupa bahwa kita berada tidak jauh dari kota Jakarta.

Disarankan untuk tidak mengunjungi tempat ini pada saat musim penghujan, dikarenakan area trekking sangat licin sehingga resiko terjatuh cukup tinggi, juga antisipasi terhadap datangnya banjir bandang.

Sebaiknya Anda berangkat pagi-pagi sekali setelah subuh agar tidak terlalu siang sampai disana, sehingga dapat menikmati pemandangan pada cuaca yang belum terlampau panas, dan kemudian masih terang saat harus kembali ke tempat semula, agar perjalanan lebih nyaman dan aman. Karena melewati area trekking saat sudah gelap cukup beresiko, terutama bagi Anda yang jarang atau belum pernah melakukan kegiatan ini sama sekali sebelumnya.

Diperlukan kondisi fisik yang prima untuk sampai di tempat ini, jadi sebaiknya persiapkan fisik Anda sebaik mungkin. Jangan sampai Anda kelelahan atau sakit saat berada di perjalanan, terutama jika sudah memasuki area trekking. (adt)

Curug Baliung Masih Alami Obat Stres

Loading...

Related Post