Serang Maffud MD, Ridwan Kamil Ingin Menaikkan Popularitasnya Yang Kalah dari Anies dan Ganjar

Serang Maffud MD,  Ridwan Kamil Ingin Menaikkan Popularitasnya Yang Kalah dari Anies dan Ganjar
Ridwan Kamil (Jabar.tribunnews.com)
Editor : Donald Berita Anda — Kamis, 17 Desember 2020 14:00 WIB
terasjakarta.id


Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil  dan Menko Polhukam Mahfud MD sedang terlibat polemik terkait kasus pelanggaran protokoler massa Habib Rizieq yang kini berujung di kantor polisi.

Ridwan Kamil yang diperiksa Polda Jawa Barat terkait kerumunan massa Habib Rizieq di Megamendung meminta Menko Polhukam Mahfud MD harus diperiksa juga. Pasalnya, sejak kedatangan Habib Rizieq pada 10 November lalu Menko Pohukam justru mengizinkan massa Rizieq menjemput di bandara.

Serangan yang dilakukan Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil (RK) kepada Mahfud MD ini dinilai untuk  meningkatkan popularitas.

Hal ini disampaikan Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (17/12).

Menurut Dedi, serangan yang dilontarkan Emil- sapaan akrabnya- karena berdasarkan survei ornag nomor satu di Jawa Barat itu masih tertinggal.

Dua nama itu, yaitu Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

"Bisa saja untuk meningkatkan popularitas," ujar Dedi kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (17/12).

Namun demikian kata Dedi, pernyataan RK yang meminta Mahfud MD untuk bertanggung jawab atas terjadinya kerumunan lebih kepada upaya Emil mengalihkan kegagalan menjaga ketertiban di Jawa Barat.

"Dengan asumsi lari dari tanggung jawab sekalipun punya muatan politis, yakni agar citra RK dianggap tidak bersalah, meskipun semua yang terjadi di wilayah Jawa Barat adalah tanggung jawabnya," pungkas Dedi.

Seperti diketahui, usai menjalani pemeriksaan di Polda Jabar, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menilai adanya kerumunan massa FPI di sejumlah tempat saat kegiatan penjemputan Rizieq Shihab disebabkan adanya pernyataan dari Menko Polhukam Mahfud MD.

"Menurut saya semua kekisruhan yang berlarut-larut ini dimulai sejak adanya statement dari Pak Mahfud, yakni penjemputan HRS (Rizieq Shihab) ini diizinkan," kata Ridwan Kamil usai diperiksa di Gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Barat, Kota Bandung, Rabu siang

Dengan adanya pernyataan yang memperbolehkan itu, menurut dia, menjadi tafsir masyarakat, khususnya anggota maupun simpatisan FPI, hingga bergerak menuju tempat penjemputan Rizieq, baik di Bandara Soekarno-Hatta, di Megamendung, maupun di Petamburan.

"Di situlah (pernyataan Mahfud MD) menjadi tafsir dari ribuan orang yang datang ke bandara, selama tertib dan damai boleh, maka terjadi kerumunan yang luar biasa. Nah, sehingga ada tafsir ini seolah-olah ada diskresi dari Pak Mahfud kepada PSBB di Jakarta, PSBB di Jabar, dan lain sebagainya," kata mantan Wali Kota Bandung itu.

Oleh karena itu, dia pun menyesalkan pihak-pihak yang diperiksa oleh kepolisian hanyalah para kepala daerahnya, dalam hal ini Gubernur Jawa Barat. Menurut dia, pihak lainnya juga memiliki peran dalam kasus kerumunan yang diduga melanggar protokol kesehatan ini.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD akhirnya merespon permintaan yang disampaikan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil usai menjalani pemeriksaan di Polda Jawa Barat dalam kasus pelanggaran protokoler kesehatan berupa kerumunan masa Habib Rizieq Shiha di Megamendung, Puncak Jawa Barat, Rabu (16/12).

Menurut Mahfud, tidak ada yang salah dengan pernyataannya soal kepulangan Habib Rizieq pada 10 November lalu. Mahfud mengaku memang dirinya yang mengumumkan agar Habib Rizieq boleh dijemput asal tertib dan tidak melanggar protokol kesehatan.

"Siap Kang RK. Saya bertanggung jawab. Saya yang umumkan HRS (Habib Rizieq-Red)  diizinkan pulang ke Indonesia karena dia punya hak hukum untuk pulang," kata Mahfud melalui akun Twitternya @mohmahfudmd yang terpantau di Jakarta, Rabu malam
Mahfud melanjutkan bahwa diskresi yang diberikan pemerintah hanya sebatas penjemputan dan pengantaran Habib Rizieq dari Bandara Soekarno-Hatta hingga ke Petamburan.

Mahfud pun berdalih bahwa penjemputan HRS di Bandara Soekarno-Hatta sudah berjalan tertib hingga HRS tiba di Petamburan pada sore harinya.

"Akan tetapi, acara pada malam dan hari-hari berikutnya yang menimbulkan kerumunan, sudah di luar diskresi yang saya umumkan," ujar Mahfud. (Don)

 

Serangan yang dilakukan Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil (RK) kepada Menko Polhukam Mahfud ini dinilai untuk meningkatkan popularitas.

Loading...

Related Post