Polisi Jerat Suami Pembunuh Istri Siri Hamil 9 Bulan dengan Pasal Berlapis

Polisi Jerat Suami Pembunuh Istri Siri Hamil 9 Bulan dengan Pasal Berlapis
it Reskrim Polsek Makasar dan Resmob Jaktim usai mengamankan pelaku pembunuh istri siri. (poskota.co.id)
Editor : Donald Berita Anda — Kamis, 17 Desember 2020 13:25 WIB
terasjakarta.id


Perbuatan Hendra Supriyanta (38) dibantu kernetnya, Qhairul Fauzi alias Unyil (20), membunuh istri sirinya, Hilda Hidayah (22), terbilang sadis. Pasalnya, Hendra tidak hanya membunuh istrinya, tetapi juga anak dalam kandung Hilda.

Seperti diketahui, saat itu Hilda tengah hamil Sembilan bulan hasil hubungannya dengan Hendra.  Usai dibunuh, mayat Hilda dikubur di pinggir jalan tol Jagorawi pada 7 April 2019 lalu.

 Makanya,  Penyidik Reskrim Polsek Makasar memastikan kedua pelaku pembunuhan Hilda Hidayah (22), akan dijerat dengan pasal berlapis. Pasalnya, keduanya dengan keji menghabisi dua nyawa sekaligus.

Ditahap pemeriksaan awal, pelaku Hendra Supriyatna (38), dan Qhairul Fauzi alias Unyil (20), akan dijerat dengan pasal 338 tentang pembunuhan dengan ancaman penjara selama 15 tahun.

Bahkan tidak tertutup kemungkinan pasal lain seperti pembunuhan berencana hingga perlindungan anak bisa akan dijerat dari hasil pemeriksaan lanjutan.

Kanit Reskrim Polsek Makasar, Iptu Mochamad Zen mengatakan, pihaknya berencana menjerat pelaku dengan pasal berlapis untuk memperberat masa hukuman mereka.

"Karena korban saat kejadian sedang hamil jadi pelaku juga akan kami jerat dengan UU nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak," katanya, Rabu (17/12).

Menurut Zein, undang-undang khusus tersebut akan dipakai karena keduanya juga sudah mengetahui Hilda tengah berbadan dua.

Namun, karena Hendra juga telah memiliki anak dan istri, ia menolak permintaan Hilda yang minta pernikahannya disahkan.

"Saat ini baru kami jerat pasal 338 dan bukan tidak mungkin kita kenakan pasal 340 KUHP juga," ujarnya.

Zen menambahkan, saat ini pihaknya sudah mengamankan barang bukti yang digunakan dalam aksi pembunuhan itu.

Mulai dari bus Mayasari Kampung Rambutan-Cikarang B 7069 IV, kaos dan celana yang dikenakan korban, serta surat hasil Visum et Repertum jasad korban dari RS Polri Kramat Jati.

"Mudah-mudahan balok kayu yang digunakan untuk memukul korban dan besi yang digunakan untuk menggali kubur bisa ditemukan," ungkapnya. 

 

Terungkapnya kasus ini sendiri berkat kerja keras unit Reskrim Polsek Makasar yang terus berupaya memecahkan kasus tersebut.

Pasalnya kasus ini memakan waktu lama karena saat jasad Hilda ditemukan pada 7 April 2019 silam tak ada identitas yang melekat.

"Alhamdulillah kasus ini bisa diungkap dengan perjuangan dan dukungan dari semua pihak," tukasnya. (Poskota.co.id/don)

Perbuatan Hendra Supriyanta (38) dibantu kernetnya Qhairul Fauzi alias Unyil (20) membunuh istri sirinya Hilda Hidayah (22) terbilang sadis. Pasalnya Hendra tidak hanya membunuh istrinya tetapi juga anak dalam kandung Hilda.

Loading...

Related Post