Istri Hamil 9 Bulan Dibunuh di Dalam Bus Mayasari Bhakti Sebelum Dikubur di Pinggir Tol Jagorawi

Istri Hamil  9 Bulan Dibunuh di Dalam Bus Mayasari Bhakti Sebelum Dikubur di Pinggir Tol Jagorawi
Hilda Hidayah (22) (Poskota.co.id)
Editor : Donald Berita Anda — Kamis, 17 Desember 2020 13:13 WIB
terasjakarta.id


Penangkapan terhadap Hendra Supriyatna (38), sopir bus Mayasari Bhakti, kembali mengungkapkan fakta baru terkait kasus pembunuhan yang dilakukannya. Hendra ternyata menghabisi Hilda Hidayah (22), istri sirinya yang sedang hamil sembilan bulan, di dalam bus Mayasari Bhakti P 9BC jurusan Kampung Rambutan-Cikarang.

Hendra Supriyatna sehari-hari bekerja sebagai sopir bus Mayasari Bhakti tersebut. 

Bus Mayasari P 9BC jurusan Kampung Rambutan-Cikarang jadi saksi bisu aksi pembunuhan Hilda Hidayah (22).

Pembunuhan itu dilakukan Hendra di dalam bus tersebut, dengan cara memukul bagian kepala Hilda menggunakan kayu balok dan mencekiknya saat terkapar. 

Kapolsek Makasar Kompol Saiful Anwar mengatakan, dari hasil pemeriksaan petugas awalnya aksi pembunuhan itu terjadi di dalam bus.

Saiful mengungkapkan, pembunuhan itu berawal ketika Hilda datang ke terminal Cikarang untuk menemui Hendra pada Rabu (3/4/2019) sekitar pukul 21.00.

Hilda ingin menyampaikan keinginannya agar Hendra segera menikahinya secara sah atau resmi. 

Namun, saat keduanya bertemu malah terjadi cek cok. "Korban yang tengah hamil itu datang ke pelaku, dan terjadilah cek cok," katanya, Kamis (17/12).

Pertengkaran yang terjadi pada malam hari itu membuat Hendra naik pitam dan gelap mata.

Sebuah balok kayu berukuran cukup besar yang biasa digunakan sebagai pengganjal ban bus diambil Hendra dan dipukulkan ke bagian belakan kepala Hilda hingga terjatuh. 

"Saat sudah terkapar, pelaku juga masih mencekik leher korban selama lima menit untuk memastikan Hilda tak bernyawa," ujarnya. 

Terparkir di Terminal

Aksi pembunuhan itu, kata Kapolsek Makasar Kompol Saiful Anwar terjadi pada Rabu 3 April 2019 lalu saat kondisi di Terminal Cikarang sepi.

Sadar istri sirinya telah tewas, Hendra lalu meminta bantuan kondekturnya Qhairul Fauzi alias Unyil (20) untuk membuang mayat Hilda.

Mereka lalu membawa jasad Hilda menggunakan bus Mayasari Bhakti. "Dalam kondisi bus yang kosong, keduanya pun membuang jasad Hilda di pinggir jalan tol Jagorawi," ungkapnya.

Sesampainya di lokasi, sambung Kapolsek, keduanya memutuskan jasad Hilda yang tengah hamil tua itu menguburkannya dengan peralatan seadanya.

"Makanya yang dikubur hanya bagian badannya saja, sisanya tidak terkubur," sambungnya. 

Dalam perjalanan, balok kayu pengganjal pintu bus yang digunakan Indra membunuh korban dibuang di Kali Cipinang pinggir Tol Jagorawi.

Sementara batang besi yang digunakan menggali tanah dan handphone Hilda dibuang di Kalimalang, Cibitung, guna memuluskan pelarian mereka.

"Kami sendiri baru mengetahi Identitas korban pada 14 Desember 2020, setelahnya kita melakukan penyelidikan menangkap pelaku," sambung dia.

Unyil diringkus di hari yang sama saat identitas Hilda diketahui, tepatnya sekira pukul 16.00 di kawasan Cawang, Kecamatan Kramat Jati.

Sementara Hendra yang diringkus di Jalan Soekarno Hatta, Kecamatan Harjosari, Semarang pada Rabu (16/12/2020).

Hendra bekerja sebagai sopir ekspedisi, setelah kabur seusai membunuh Hilda Hidayah. 

"Saat ini pemeriksaan masih kami lakukan untuk mengungkap lebih dalam," pungkasnya. (poskota.co.id/don)

Penangkapan terhadap Hendra Supriyatna (38) sopir bus Mayasari Bhakti kembali mengungkapkan fakta baru terkait kasus pembunuhan yang dilakukannya. Hendra ternyata menghabisi Hilda Hidayah (22) istri sirinya yang sedang hamil sembilan bulan di dalam bu

Loading...

Related Post