Corona Ngegas Terus, Ada 62.364 Kasus Suspek Corona Per 16 Desember

Corona Ngegas Terus, Ada 62.364 Kasus Suspek Corona Per 16 Desember
Covid-19 (Covid-19.go.id)
Editor : Donald Berita Anda — Rabu, 16 Desember 2020 15:42 WIB
terasjakarta.id


Penyebaran Covid-19  atau corona terus meroket. Terdapat puluhan ribu kasus suspek Corona yang dipantau hari ini. Pada 16 Desember, tercatat ada 62.364 kasus suspek Corona.

Data ini dikutip dari laporan Satgas Penanganan COVID-19, Rabu (16/12). Selain kasus suspek, 61.291 spesimen terkait Corona diperiksa hari ini.

Pada hari ini juga terdapat 6.725 tambahan kasus Corona. Kasus Corona secara kumulatif di Indonesia menjadi 636.154.

Sedangkan, ada 5.328 tambahan kasus sembuh Corona dan 137 kasus meninggal akibat Corona. Secara keseluruhan, kasus sembuh Corona di Indonesia mencapai 521.984 dan kasus meninggal sebanyak 19.248.

Data ini diperbarui setiap hari pukul 12.00 WIB.

Pada data hari Selasa (15/12), terdapat 63.666 kasus suspek Corona, 60.700 spesimen terkait Corona diperiksa, 6.120 tambahan kasus Corona harian, 5.699 kasus sembuh, dan 155 kasus meninggal.

Pemerintah telah menggunakan istilah-istilah baru terkait Covid-19 sejak 13 Juli 2020. Salah satu istilah yang digunakan adalah suspek.

Penggantian istilah itu tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/413/2020 tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease 2019 (COVID-19). Tidak ada lagi istilah pasien dalam pengawasan (PDP), orang dalam pemantauan (ODP), maupun orang tanpa gejala (OTG).

Saat menjadi juru bicara pemerintah terkait penanganan COVID-19, Achmad Yurianto mengatakan perubahan istilah ini disosialisasikan ke seluruh Indonesia, termasuk ke RS hingga puskesmas. Secara khusus, hari ini Yurianto menjelaskan soal suspek.

"Kita menyebutkan kasus suspek apabila ada kriteria sebagai berikut, salah satu di antaranya, pertama, orang dengan ISPA yang akut dan dalam 14 hari terakhir sebelum timbulnya gejala ini dia melaksanakan perjalanan atau tinggal di daerah di mana dilaporkan transmisi lokal terjadi," jelas Yurianto dalam jumpa pers yang disiarkan di Youtube BNPB, Rabu (15/7).

Di Indonesia, daerah transmisi lokal adalah daerah zona merah dan oranye. Dengan demikian, seseorang disebut suspek apabila memiliki gejala ISPA dan dalam 14 hari sebelumnya berada atau melakukan perjalanan di wilayah zona merah atau zona oranye.

"Apabila ada orang dengan gejala ISPA, dalam 14 hari terakhir sebelum gejala itu muncul kontak erat dengan kasus yang konfirmasi positif atau kasus probable COVID-19, maka kita masukkan dalam kelompok kasus suspek," paparnya.

Apabila seseorang menderita ISPA berat hingga dirawat di RS dan penyebabnya belum jelas, dia juga bisa disebut suspek.

"Yang terakhir adalah orang dengan ISPA berat, pneumonia berat, yang membutuhkan layanan rawatan di RS dan tidak ada penyebab lain yang jelas, maka akan kita masukkan dia ke kelompok suspek," jelas Yurianto seperti dikutip dari detic.com. (don)

Penyebaran Covid-19 atau corona terus meroket. Terdapat puluhan ribu kasus suspek Corona yang dipantau hari ini. Pada 16 Desember tercatat ada 62.364 kasus suspek Corona.

Loading...

Related Post