Listrik Padam Saat Acara Antikorupsi Sedunia, Pesiden Jokowi: Pemberantasan Korupsi Tak Boleh Padam

 Listrik Padam Saat Acara Antikorupsi Sedunia, Pesiden Jokowi:  Pemberantasan Korupsi Tak Boleh Padam
Editor : Donald Berita Anda — Rabu, 16 Desember 2020 12:43 WIB
terasjakarta.id


Ada kejadian menarik ketika peringatan Hari Antikorupsi Sedunia Hakordia) pada Rabu (16/12). Listrik sempat padam  saat Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri tengah berpidato. Uniknya, listrik baru menyala ketika Presiden Joko Widodo memberikan sambutan.

Siaran telekonferensi acara Hakordia sempat terhenti tanpa ada penjelasan dari pihak panitia. Namun penyebabnya sempat diungkapkan Presiden Joko Widodo atau Jokowi dalam penghujung pidatonya. 

Berhentinya siaran telekonferensi itu terjadi ketika Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri tengah berpidato. Dilihat dari kanal YouTube Sekretariat Presiden, gambar yang memperlihatkan Firli tidak bergerak.

Jokowi yang menyaksikan langsung dari Istana Negara pun sempat kebingungan. Namun acara kembali berjalan normal selang 10 menit kemudian dan dilanjutkan dengan sambutan dari Jokowi. 

Tangkap layar ekspresi Presiden Jokowi saat listrik KPK mati dalam acara Hakordia 2020. (Sumber: Youtube Sekretariat Presiden)

"Meskipun listrik di KPK padam tapi pemberantasan korupsi tidak boleh padam," kata Jokowi melalui YouTube Sekretariat Presiden, Rabu. 

Dalam pidatonya, Jokowi mengatakan kalau pemerintah tengah berupaya untuk melakukan reformasi struktural secara besar-besaran. Di samping upaya tersebut, menurutnya penting adanya dukungan pengawasan yang efektif baik oleh pengawas internal di pemerintahan maupun dari eksternal yang melibatkan beberapa lembaga di luar pemerintah. 

Partisipasi publik juga diperlukan untuk mengawasi kerja aparat pemerintah. Selain itu, profesionalitas aparat penegak hukum juga dianggapnya memiliki posisi sentral dalam penindakan dan pencegahan. 

"Namun orientasi dan mindset dalam pengawasan dan penegakan hukum harus diarahkan untuk perbaikan tata kelola dan pencegahan korupsi," ujarnya. 

Lebih lanjut, Jokowi juga menilai kalau kinerja penegakan hukum bukan hanya diukur dari seberapa banyak kasus yang ditemukan. Namun bagaimana mencegah praktik korupsi terus menjadi budaya di tanah air. 

Guna mewujudkannya, Jokowi mengatakan perlu kegigihan dan konsistensi serta orkestrasi kebersamaan yang luar biasa. 

Presiden Joko Widodo meminta pemberantasan korupsi tidak boleh berhenti saat berpidato dalam perayaan Hari Antikorupsi Sedunia yang diselenggarakan Komisi Pemberantasan Korupsi Rabu (16/12)

Loading...

Related Post