Jumat, Massa FPI Turun ke Jalan Minta Pembebasan Habib Rizieq

Jumat, Massa FPI Turun ke Jalan Minta Pembebasan Habib Rizieq
Jurubicara FPI Slamet Ma'arif (Aksi.id)
Editor : Donald Berita Anda — Rabu, 16 Desember 2020 12:24 WIB
terasjakarta.id


Front Pembela Islam (FPI) dkk akan menggelar aksi menuntut pembebasan Habib Rizieq Shihab di Istana Negara, Jumat (18/12). PDIP meminta massa Habib Rizieq sebaiknya menghormati proses hukum yang berjalan, dengan tidak membuat distorsi kegaduhan.

Juru bicara Front Pembela Islam (FPI) Slamet Ma’arif mengatakan, massa FPI akan berunjuk rasa di depan Istana Negara pada Jumat (18/12) menuntut pengusutan kasus enam  laskar FPI yang tewas ditembak serta meminta pembebasan Habib Rizieq Shihab (HRS). "InsyaAllah," ujar  Slamet Ma'arif

Wakil Sekjen PA 212, Novel Bamukmin, juga membenarkan adanya rencana unjuk rasa itu. "Benar," jawabnya singkat.

Namun, Novel belum bisa memastikan berapa banyak massa yang akan terlibat. Novel menyebut pihaknya sudah melayangkan surat pemberitahuan ke pihak kepolisian. "Surat pemberitahuan aksi sudah disampaikan," tutur Novel.

Dalam poster yang beredar, aksi tersebut bertajuk 'Aksi 1812 bersama anak NKRI'. Aksi akan dilakukan di Istana Negara, Jakarta, setelah Salat Jumat pukul 13.00 WIB.

Pihak Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan sepertu dilansir Detic.com mengatakan,  semua pihak sebaiknya menghormati proses hukum yang sedang berjalan.

"Karena ini sudah masuk proses hukum, semestinya kita semua menghormati agar proses tersebut berjalan dengan lancar, transparan, tegas dan berkeadilan. Jangan kita distorsi dengan kegaduhan atau mobokrasi (tekanan massa)," kata elite PDIP Hendrawan Supratkno kepada wartawan.

Hendrawan meyakini hukum yang berjalan saat ini sudah ditegakkan dengan baik tanpa adanya tekanan atau sponsor. Tinggal menurutnya, pola pikir masyarakat yang harus diubah untuk menghormati proses yang dilalui suatu lembaga.

"Kita percaya bahwa hukum ditegakkan tanpa tekanan-tekanan atau titipan sponsor. Sebagai negara hukum, kita harus berkomitmen mewujudkan hukum sebagai acuan utama menuju peradaban yang inklusif dan berkemajuan," ujarnya.

Tanggapan yang sama disampaikan Partai Golkar. Mereka menilai seharusnya pihak FPI dkk membela Habib Rizieq dengan pendekatan hukum bukan turun ke jalanan.

"Begini ini kan kita negara hukum, kita ada konstitusi, semua harus kembali ke UU. Jadi polisi yang lakukan penahanan kan melakukan pendekatan hukum, nah mereka kan juga bekerja berdasarkan UU yang sudah diberikan kepada mereka, memproduksi dari pemerintah dan DPR," kata Ketua DPP Golkar Dave Laksono,.

Dave mengatakan seharusnya pihak FPI menuntut pembebasan Habib Rizieq dengan mengikuti proses hukum yang ada. Bukan dengan turun ke jalanan.

"Jadi ya kalau merasa HRS itu dizalimi atau dicurangi atau diapapun itu ya, dan minta dibebaskan segala macam ya ikut aturan aja yang ada, ikut persidangan, beri bantuan hukum, gitu. Jadi jangan kita main itu di jalanan, hukum harus ditegakkan di pengadilan bukan di jalanan gitu," ucapnya.

 

 

 

Front Pembela Islam (FPI) dkk akan menggelar aksi menuntut pembebasan Habib Rizieq Shihab di Istana Negara Jumat (18/12). PDIP meminta massa Habib Rizieq sebaiknya menghormati proses hukum yang berjalan dengan tidak membuat distorsi kegaduhan.

Loading...

Related Post