Es Selendang Mayang Resep Nenek Moyang yang Kini Mulai Punah

Es Selendang Mayang Resep Nenek Moyang yang Kini Mulai Punah
ist
Editor : Potan Jakarta Food — Selasa, 15 Desember 2020 13:59 WIB
terasjakarta.id

Tak hanya sering diburu saat acara pernikahan zaman kini, selendang mayang sudah menjadi minuman populer sejak zaman Belanda.

Ya, es selendang mayang menjadi minuman kegemaran masyarakat Betawi sampai orang Belanda pada saat musim panas.

Es selendang mayang merupakan minuman khas Betawi yang isinya mirip seperti puding atau kue lapis yang terbuat dari tepung sagu aren.

Lapisan selendang mayang terdiri dari warna putih berasal dari santan dan merah muda atau hijau.

Penjajanya biasa memotong kue selendang mayang berbentuk persegi agak tipis kemudian disajikan di mangkuk. Disiram pemanis dari gula merah atau sirup, santan, dan potongan es batu.

Meskipun penjualnya tidak sebanyak dulu, tapi bagi yang suka dengan kuliner daerah, selendang mayang menjadi favorit.

Es selendang mayang dibuat dengan resep yang sudah diturunkan dari nenek moyang sejak tahun 1940-an.

Dulu, es selendang mayang dijual berkeliling dengan cara dipikul. Hanya saja, saat ini sudah mulai jarang ditemukan pedagangnya.

Dari dulu sampai sekarang, kita tidak susah untuk menemukan bahan-bahan pembuat es selendang mayang ini.

Bahannya adalah sagu aren, tepung beras, atau hunkue (tepung dari kacang), yang dibuat menjadi adonan yang mirip dengan agar-agar.

Selendang mayang biasanya perpaduan antara warna merah, hijau, dan putih.

Gabungan ketiga warna ini membuatnya terlihat menarik. Mirip seperti warna selendang yang warna-warni, bukan?

Ya, itulah kenapa jajanan ini disebut dengan es selendang mayang.

Karena setiap lapisannya terdiri dari beberapa warna dan disajikan dengan potongan tipis-tipis layaknya selendang.

Nah, bersama adonan yang telah dipotong-potong itu, ditambahkan siraman air gula, kuah santan, dan potongan es batu.

Hmm, rasanya enak dan segar, loh, kalian tertarik untuk mencobanya? (adt)

Es Selendang Mayang Resep Nenek Moyang Kini Mulai Punah

Loading...

Related Post