Warga Pertanyakan Pemutusan Aliran Listrik oleh PLN Tanpa Pemberitahuan

Warga Pertanyakan Pemutusan Aliran Listrik oleh PLN Tanpa Pemberitahuan
ilustrasi (ist)
Editor : Potan News — Selasa, 15 Desember 2020 06:11 WIB
terasjakarta.id


Diduga memutuskan aliran listrik secara sepihak tanpa adanya pemberitahuan terlebih dahulu, PT PLN Marunda Jakarta Utara mendapat protes dari warga.

Seorang warga bernama Yohannes Sihombing mengadukan hal itu ke PT PLN Jakarta dengan mengirimkan surat. Meski demikian dirinya mengaku tak ada tanggapan dari PLN Jakarta.

"Surat kami yang tidak mendapat tanggapan dari PT. PLN (Persero). Kepada Bapak (Komisaris PT PLN Persero) kiranya kami dapat dibantu untuk permasalahan pembongkaran," kata Yohannes dalam keterangan tertulisnya, Senin (14/12/2020).

Adapun permasalahannya bermula menurut Yohannes saat rumah orang tuanya yang terletak di Alur Laut, Rawa Badak Selatan, Koja, Jakarta Utara sedang bermasalah dan berproses hukum pada pengadilan negeri Jakarta Utara dengan putusan NO (Niet Ontvankelijke Verkklaan).

“Jadi belum ada putusan hukum yang tetap dari pengadilan (INKRACHT)," ujar dia.

Namun, dirinya menjelaskan, PT.Kreanova
Pharmart pihak yang sedang bersengketa atas rumah itu, diduga telah membuat surat permohonan ke PT.PLN (UPT) Marunda untuk menghentikan aliran listrik dengan menunjukkan akte jual beli (Notaris) dan SHM dari Badan Pertanahan Nasional.

“Dan itu menurut kami adalah cacat hukum dan sedang berproses di pengadilan,” ungkapnya.

Surat permintaan PT.Kreanova Pharmart akhirnya ditanggapi tanggal 13 Oktober 2020 PT. PLN Marunda langsung membongkar, mencabut dan memutuskan listrik. "Bahkan setelah kami pasang kembali listrik prabayar pun tidak berapa lama aliran listrik di rumah tersebut diputus kembali," terangnya.

Yohannes mempertanyakan pemutusan aliran listrik yang dilakukan oleh PT PLN Marunda. “Apakah karena persoalan hukum kami dengan PT. Kreanova Phartmart sehingga PT PLN Marunda menyetujui surat permohonan mereka dan memutuskan aliran listrik kami dan bukankah kami tidak ada tunggakan tagihan listrik kepada pihak PT PLN Marunda,” tanya dia.

Yohannes menambahkan pihaknya meminta kepada pihak terkait agar segera ditindaklanjuti pemutusan listrik di rumahnya itu. “Jika tidak ada tanggapan maka kami akan bertindak sesuai dengan peraturan hukum yang berlaku,” pungkasnya. (adt)

Warga Pertanyakan Pemutusan Aliran Listrik PLN Tanpa Pemberitahuan

Loading...

Related Post