Soal Kabar Jadi Mensos, Risma: Saya Ikut Ibu Mega Saja

 Soal Kabar Jadi Mensos, Risma: Saya Ikut Ibu Mega Saja
Walikota Surabaya Tri Rismaharini (liputan6.com)
Editor : Donald Berita Anda — Senin, 14 Desember 2020 17:55 WIB
terasjakarta.id

Walikota Surabaya Tri Rismaharini atau Risma akhirnya buka suara terkait kabar yang menyebutkan dirinya akan dijadikan Menteri Sosial (Mensos) oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggantikan Juliari Batubara yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Risma mengatakan,  menyerahkan sepenuhnya keputusan soal itu kepada Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. "Nanti kita lihat, saya ikut Bu Mega saja," kata Risma di rumah dinas, Jalan Sedap Malam, Surabaya, Senin (14/12).

Hanya saja, menurut Risma, sampai saat ini dirinya  belum mendapat tawaran dari siapapun, termasuk Presiden Jokowi.

Saat ditanya apakah sudah ada komunikasi terkait hal itu, Risma mengatakan belum ada karena saat ini tahapan pilkada Surabaya masih belum selesai.

Saat ditaya apabila tawaran itu datang, kata Risma, dia akan melakukan shalat Istikharah dulu untuk memohon petunjuk Allah. "Nanti dilihat dulu, istikharah bisa apa tidak? Nanti iya iya, tapi ternyata tidak bisa gimana," ujarnya.

Sebelumnya, kabar bahwa Risma akan  menjadi Menteri Sosial (Mensos) menggantikan Juliari P Batubara yang tersangkut kasus korupsi bantuan sosial (bansos) Covid-19  santer dipergunjingkan

Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Surabaya Yusuf Lakaseng mengaku sudah mendapat kabar tentang itu. "Saya dapat kabar bahwa Ibu Risma ditunjuk Presiden RI Joko Widodo menjadi Menteri Sosial di Kabinet Indonesia Maju," kata Yusuf.

Yusuf makin yakin jika kinerja Walikota  Surabaya itu cukup bagus. Terlebih lagi, Risma sudah mengubah wajah Surabaya, bahkan sudah mendunia.

Namun, keterangan berbeda diberikan oleh PDIP. Ketua DPP PDIP Ahmad Basarah mengku belum memdapat kabar itu.

"Saya belum mendengar adanya informasi adanya tawaran Presiden Jokowi kepada Bu Risma untuk menjadi Menteri Sosial menggantikan Juliari," kata Ketua DPP PDIP Ahmad Basarah kepada wartawan, Senin (14/12).

Menurut Wakil Ketua MPR RI ini, Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri yang memiliki hak untuk mengusulkan kadernya sebagai pengganti Mensos kepada Presiden Jokowi. Menurutnya, itu merupakan hak prerogatif Megawati.

"Urusan mengenai siapa kader PDI Perjuangan yang akan ditugaskan dan diusulkan kepada Presiden menjadi menteri Kabinet Indonesia Maju adalah wewenang dan hak prerogatif Bu Mega sebagai Ketua Umum PDI Perjuangan," tegasnya.

"Keluarga besar PDI Perjuangan menyerahkan sepenuhnya kepada ketua umum kami atas keputusan siapa yang akan diusulkan kepada Presiden untuk menjadi Mensos," sambungnya.Lebih jauh Basarah  menyebutkan, PDIP telah menyerahkan keputusan mengenai usulan nama pengganti Mensos Juliari kepada Megawati Soekarnoputri. Nantinya, usulan itu akan diberikan ke Presiden Jokowi.

Selain itu, Basarah juga menegaskan hanya Presiden Jokowi yang memiliki hak prerogatif untuk mengangkat menteri.

"Dan mengenai keputusan pengangkatan seseorang menjadi menteri adalah hak prerogatif Presiden Jokowi," ujar Basarah. (Donald)

 

 



Walikota Surabaya Tri Rismaharini atau Risma akhirnya buka suara terkait kabar yang menyebutkan dirinya akan dijadikan Menteri Sosial (Mensos) oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggantikan Juliari Batubara yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KP

Loading...

Related Post