Menang Pilkada Solo, Netizen Anjurkan Gibran Maju Pilgub DKI

Menang Pilkada Solo, Netizen Anjurkan Gibran Maju Pilgub DKI
Gibran Rakabuming Raka (foto detikcom)
Editor : Potan News — Sabtu, 12 Desember 2020 08:28 WIB
terasjakarta.id

Berhasil menang dalam Pilkada Kota Solo membuat nama Gibran Rakabuming Raka kian berkibar. Bahkan, warganet atau netizen menyebut putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu cocok menjadi calon Gubernur DKI Jakarta menggantikan posisi Anies Baswedan.

Gibran hampir dipastikan akan memenangi Pilkada Kota Solo 2020. Dalam hitung cepat alias quick count versi Charta Politika, Gibran yang berpasangan dengan Teguh Prakosa unggul jauh atas lawannya Bagyo Wahyono-FX Supardjo. Gibran-Teguh meraih 87,15 persen suara sementara Bagyo-Supardjo hanya 12,85 persen suara.

Kemenangan ini akan mengantarkan Gibran mengikuti jejak langkah sang ayah Presiden Jokowi, yang mengawali karier sebagai Wali Kota Solo. Setelah berhasil di Solo, Jokowi hijrah ke Ibu Kota dan berhasil menjadi Gubernur DKI Jakarta pada 2012.

Warganet pendukung Gibran ingin agar jagoannya itu bisa terus mengikuti jejak Jokowi yaitu maju di Pilkada DKI.

“Calon Gubernur DKI 2022 sudah ada gaes,” cuit @inisifani. “2022 di DKI 2024 Presiden?” timpal @AlifKamal__.

Dengan munculnya Gibran, akun @ynkfz sampai mewanti-wanti Anies Baswedan untuk mewaspadai pergerakan anak Presiden Jokowi tersebut. Anies diminta jangan sampai lengah karena jika lengah maka bisa kalah oleh Gibran di Pilkada DKI Jakarta selanjutnya.

Bagaimana peluang Gibran untuk menjadi Calon Gubernur DKI?

Pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio melihat peluangnya cukup besar. Kata dia, langkah Gibran untuk naik kelas tinggal sedikit lagi.

“Namanya saja sudah menapaki politik. Sekarang berhasil melaju di Solo. Berarti kan tinggal sedikit lagi tuh bisa ke Jakarta,” kata Hensat, sapaan akrab Hendri.

Namun, dia meyakini karakter Gibran akan mirip-mirip Jokowi. Bos Martabak Markobar itu bukan tipikal politisi yang suka mengumbar hasrat politik.

“Kalau ditanya, jawabannya nanti ‘nggak mikir’ lagi. Tapi, kalau Mas Gibran mau, jalannya sudah ada,” sambung dia.

Pendiri lembaga survei kedaiKOPI itu mengatakan momentum politik Jokowi yang berhasil menembus Ibu Kota berbekal pengalaman sebagai Wali Kota Solo masih bisa diwariskan ke Gibran. Bahkan, Gibran memiliki modal lebih besar ketimbang Jokowi di 2012.

“Modalnya banyak. Berhasil jadi wali kota, bapaknya presiden, datang dari partai besar, pendukungnya juga banyak di Jakarta. Bisa, silakan saja,” ucapnya.

Pilkada DKI sebenarnya masih lama. Jika merujuk Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada, DKI Jakarta baru akan menggelar Pemilihan Gubernur pada 2024. Sebab, pelaksanaan Pilkada akan digabung dengan Pemilu 2024.

Dengan begitu, jika tidak ada perubahan Undang-Undang maka akan ada kekosongan masa jabatan selama dua tahun. Sebab, masa jabatan Anies akan berakhir pada 2022. Kekosongan jabatan itu akan diisi pejabat gubernur yang ditunjuk Presiden.

Rencana Pilkada digelar serentak pada 2024 sempat digugat Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) ke Mahkamah Konstitusi (MK). Namun, gugatan itu ditolak pada akhir Februari lalu.

Di 2024, jika tak ada aral melintang, Gibran masih menjabat sebagai Wali Kota Solo. Tepat di akhir masa jabatan. Timing-nya pas untuk memutuskan naik kelas, menembus Ibu Kota. Gibran punya jalan yang bebas hambatan untuk maju Gubernur DKI Jakarta.

Menang Pilkada Solo Netizen Gibran Maju Pilgub DKI

Loading...

Related Post