Satu Kampung Golput Karena Tempat Tinggalnya Belum Dialiri Listrik

Satu Kampung Golput Karena Tempat Tinggalnya Belum Dialiri Listrik
Ketua DPD La Nyalla Mattalitti (Poskota.co.id)
Editor : Donald Berita Anda — Sabtu, 12 Desember 2020 00:23 WIB
terasjakarta.id


Pemilukada serentak sudah berakhir pada Rabu (9/12) kemarin. Namun, ada sepenggal cerita menarik dari pesta demokrasi serentak yang digelar di 270 daerah untuk memilih  9 Gubernur, 224  Kepala Daerah Kabupaten dan, 37  Kepala Daerah Kotamadya itu, persisnya di Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.

Warga satu kampung di Dusun Geruguk Desa Kumang Jaya, Kecamatan Empanang, Kapuas Hulu, itu memutuskan untuk tidak menyalurkan  hak pilihnya alias golput lantaran tempat tinggal mereka belum dialiri listrik.

Kejadian di  Kapuas Hulu ini pun mendapat sorotan dari  Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI La Nyalla Mahmud Mattalitti. Ia pun meminta peristiwa seluruh warga Dusun Geruguk memutuskan tidak menyalurkan hak pilihnya dalam Pilkada Kapuas Hulu 2020 lantaran tempat tinggal mereka belum dialiri listrik menjadi perhatian serius pemerintah, terutama Pemkab Kapuas Hulu.
"Kejadian warga satu kampung di Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, golput sebagai bentuk protes karena dusunnya belum dialiri listrik merupakan sebuah ironi yang harus jadi perhatian kita bersama," ujar La Nyalla, dalam pernyataannya, di Jakarta, Jumat (11/12) malam
Menurut La Nyalla, KPU setempat  menyebutkan  hanya 11 orang yang menyalurkan hak pilih di TPS Dusun Geruguk, dan itu pun hanya petugas TPS di daerah tersebutkarena warga Dusun Geruguk memilih golput sebagai bentuk protes.
"Ini merupakan pesan yang harus segera diperhatikan oleh pemerintah, khususnya pemerintah daerah. Oleh karena itu, Pemkab Kapuas Hulu, Pemprov Kalbar, hingga pemerintah pusat, termasuk juga PLN, harus merespons cepat," ucap La Nyalla.
Senator asal Dapil Jawa Timur itu meminta pemerintah segera memprioritaskan pembangunan infrastruktur listrik untuk warga Dusun Geruguk.
La Nyalla berharap agar warga tidak kesulitan lagi karena tempat tinggalnya belum dialiri listrik.
"Listrik merupakan kebutuhan pokok masyarakat. Sehingga, aksi protes yang dilakukan warga sangat wajar karena di era modern seperti ini, masih ada yang rumahnya belum mendapat aliran listrik," tuturnya La Nyalla dilansir Antara.
La Nyalla menyebut kejadian golput di Kapuas Hulu menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi pemerintah, dan membuktikan bahwa masih banyak yang harus dilakukan pemerintah untuk menunjang kesejahteraan rakyat.
"Kepala daerah terpilih sebaiknya merespons cepat protes warga. Bupati terpilih harus sensitif dan cepat tanggap terhadap harapan warga. Apalagi masalah listrik merupakan hal penting dalam kehidupan," sambung mantan Ketum KADIN Jatim itu.
Selain itu, La Nyalla juga meminta senator Dapil Kalimantan Barat untuk ikut mengawal protes dari warga Dusun Geruguk dan mendata desa-desa mana saja yang belum mendapat aliran listrik sehingga bisa sama-sama mendapat perhatian.
"Saya meminta para senator di Kalimatan Barat untuk memberi pendampingan kepada warga yang rumahnya belum mendapat aliran listrik. Aspirasi mereka harus terus kita kawal," tegas La Nyalla.
Untuk diketahui, ada empat anggota DPD RI Dapil Kalimantan Barat untuk periode 2019-2024, yakni Cristiandy Sanjaya, Erlinawati, Maria Goreti, dan Sukiryanto. (Donald).

 

Warga satu kampung di Dusun Geruguk Desa Kumang Jaya Kecamatan Empanang Kapuas Hulu itu memutuskan untuk tidak menyalurkan hak pilihnya alias golput paada Pemilukada serentak Rabu (9/12) lantaran tempat tinggal mereka belum dialiri listrik.

Loading...

Related Post