Dokter Adzankan Bayi yang Kehilangan Ayah Akibat Covid-19

Dokter Adzankan Bayi yang Kehilangan Ayah Akibat Covid-19
Dokter azankan bayi karena ayah meninggal akibat Covid-19 (Instagram/@sandysandyprasetyo)
Editor : Donald Berita Anda — Jumat, 11 Desember 2020 19:41 WIB
terasjakarta.id


Sebuah peristiwa pilu bercampur haru menghebohkan jagad dunia media sosial (medsos), Jumat (11/12). Seorang dokter khusyuk mengumandangkan adzan ke dua orang  bayi yang baru lahir karena situasi Covid-1. 

Dokter yang belakangan diketahui bernama Sandy Prasetyo ini terpaksa melakukan hal yang seharusnya dilakukan ayah sang bayi lantaran bayi malang itu ternyata sudah kehilangan ayahnya yang  meninggal akibat terpapar covid-19. Sedangkan bayi satunya lagi tak bisa diadzankan sang ayah lantaran masih positif terpapar Covid-19.

Cerita pilu nan mengharukan ini terjadi di Palembang, Sumatera Selatan, dan dibagikan  dokter Sandy Prasetyo SpOG melalui akun Instagram @sandysandyprasetyo.

Dalam cerita tersebut, dia bercerita saat mendapatkan permintaan khusus dari pasiennya. Sandy diminta untuk mengadzankan bayi pasiennya yang baru saja lahir itu. Sandy pun membagikan momen haru saat dua orang ayah memberikan permintaan khusus itu.

"Permintaan khusus, amanah untuk mengadzankan dari dua orang ayah. Dua momen ini punya cerita harunya masing-masing. Nggak pernah terbayang saya akan diposisi ini." tulis dokter Sandy, , Jumat (11/12/2020).

Dalam unggahannya terdapat dua foto dan video saat dokter tersebut sedang mengumandangkan adzan untuk bayi pasiennya.

Pada foto pertama, dia bercerita bahwa suami pasien meminta agar dokter Sandy mengadzani bayinya. Sebab, suami tersebut pada saat istrinya melahirkan, dia dinyatakan positif covid-19 setelah melakukan swab test.

"Pasien saya rutin kontrol dari awal hamil. Sampailah saat persalinan akan tiba, pasien dan suami diswab untuk persiapan persalinan. Hasilnya suami positif. Sehingga harus di rawat di rs. 'Dok titip ya adzankan anak saya'" tulisnya.

Kemudian, dokter tersebut menceritakan momen serupa.  Dalam cerita tersebut, pasien bersama suaminya telah berjuang selama dua tahun untuk mendapatkan momongan.

Hingga pada akhirnya, si pasien dan suami mendatangi dokter tersebut untuk mengecek kehamilan. Rupanya, si pasien positif hamil. Pasien tersebut bersikukuh untuk dirawat oleh dokter Sandy saat persalinan tiba.

Namun , pada saat kehamilan 33 minggu pasien tersebut ternyata positif covid-19. Dia meminta agar diizinkan untuk tetap bisa kontrol dengan dokter Sandy setelah dinyatakan negatif. "Sampai waktu kehamilan 33 minggu pasien saya chat saya, “dok maaf ya saya belum bisa kontrol lagi ke dokter sementara ini, swab saya positif dok. Tapi nanti kalo saya udah negatif boleh yaa dok saya kontrol ke dokter lagi”. saya jawab “boleh banget dong bu," tulisnya. 

Tiba-tiba, pada kehamilan 36 minggu, dokter itu mendapatkan kabar bahwa si pasien sudah dinyatakan negatif.

Hingga akhirnya pasien itu datang untuk kontrol kandungan. Tapi, dia ditemani sepupunya. Saat ditanya oleh dokter dimana suaminya, si pasien malah menangis.Ternyata, sang suami telah meninggal. Suami pasien itu meninggal karena covid-19. Dokter itu syok.

 "Kaget saya. 3 minggu sebelum lahiran ternyata suami meninggal karena covid. “Dok suami saya ga bs liat anaknya lahir dok”." tulis dokter itu.

Hingga akhirnya saat persalinan tiba, dokter tersebut mengumandangkan adzan untuk bayi pasien yang ayahnya meninggal karena covid-19.

Cerita itu membuat warganet terharu sekaligus sedih. (Disadur dari Haibunda.com/donald)

Sebuah peristiwa pilu bercampur haru menghebohkan jagad dunia media sosial (medsos) Jumat (11/12). Seorang dokter khusyuk mengumandangkan adzan ke dua orang bayi yang baru lahir karena situasi Covid-1.

Loading...

Related Post