Hanya Lolos Sendirian Calon Deputi Gubernur, Nama Tuty tak Bisa Diajukan ke Kemendagri

Hanya Lolos Sendirian Calon Deputi Gubernur, Nama Tuty tak Bisa Diajukan ke Kemendagri
Editor : Potan Balaikota — Jumat, 11 Desember 2020 12:47 WIB
terasjakarta.id


Meski dinyatakan lolos dalam seleksi terbuka menjadi Deputi Gubernur, namun Tuty Kusumawati harus menelan pil pahit. Namanya batal diajukan kepada Presiden RI Joko Widodo melalui Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, karena hanya dia sendiri yang dinyatakan lolos.

Hal ini mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 11 tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil. Aturan itu menjelaskan, Panitia Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Madya Tahun 2020 wajib mengajukan tiga nama kandidat kepada Presiden melalui Mendagri.

Dengan demikian, Tuty kini tetap menjabat sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk DKI Jakarta. Sementara jabatan Deputi Gubernur DKI Jakarta Bidang Industri, Perdagangan dan Transportasi yang sempat diincar Tuty, bakal dilelang kembali.

Selain itu, DKI juga akan melelang jabatan Deputi Gubernur DKI Jakarta Bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup. Sebab dari enam orang yang melamar beberapa waktu lalu, tidak ada yang lolos dalam seleksi jabatan tersebut.

“Untuk jabatan Deputi harus diulang kembali,” kata Ketua Panitia Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Madya Tahun 2020, Suharti Sutar pada Jumat (11/12/2020).

Suharti mengatakan, keputusan itu kemudian telah tercantum dalam surat pengumuman yang dia teken pada Selasa (8/12/2020) lalu. Surat pengumuman itu bernomor 11 tahun 2020 tentang Hasil Akhir Seleksi Terbuka Jabatan Sekda dan Deputi Gubernur di Lingkungan Pemprov DKI Jakarta tahun 2020.

“Terhadap peserta seleksi terbuka untuk jabatan Deputi Gubernur Bidang Industri, Perdagangan dan Transportasi tidak dapat ditindaklanjuti kepada Presiden melalui Menteri Dalam Negeri oleh Pejabat Pembina Kepegawaian (Gubernur) dikarenakan hanya satu kandidat yang memenuhi persyaratan dalam jabatan yang dimaksud,” jelas Suharti.

“Keputusan Panitia Seleksi bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat,” tegasnya.

Senada diungkapkan Kepala BKD DKI Jakarta Chaidir. Dia menyebut, minimal DKI harus mengajukan tiga kandidat yang lolos seleksi dalam Jabatan Pimpinan Tinggi Madya kepada Presiden melalui Mendagri.

“Jika hanya satu kandidat yang terbaik hasil Pansel maka tidak dapat diusulkan kepada Presiden RI melalui Mendagri karena ketentuan minimal harus ada tiga kandidat terbaik untuk bisa lanjut ke Tim Penilai Akhir (TPA),” jelasnya.

Sementara itu Tuty Kusumawati mengaku pasrah dengan keputusan tersebut. Namun Tuty tak menjelaskan rencana ke depannya terkait kegagalannya menjadi Deputi Gubernur.

“Nggak bisa lanjut justru karena cuma sendiri yang lulus. Mesti tiga orang yang diusulkan kepada Pak Presiden, begitu tuh bunyi poin tiga (Surat Pengumuman Nomor 11 tahun 2020),” ujar Tuty kepada wartawan. (adt)

Lolos Sendirian Calon Deputi Gubernur Nama Tuty tak Bisa Diajukan Kemendagri

Loading...

Related Post