Pengacara Habib Rizieq Datangi Polisi, Mau Tanyakan Penetapan Tersangka Kliennya

 Pengacara Habib Rizieq Datangi Polisi, Mau Tanyakan Penetapan Tersangka Kliennya
Aziz Yanuar (JPNN.com)
Editor : Donald Berita Anda — Jumat, 11 Desember 2020 10:14 WIB
terasjakarta.id


Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Front Pembela Islam  (Islam) belum juga memberikan kepastian kapan Habib Rizieq Shihab akan memenuhi panggilan Polda Metro Jaya. Padahal, pada Kamis (10/12), Polda Metro Jaya sudah menyematkan status tersangaka kepada Rizieq dan lima pengikut lainnya dalam kasus kerumunan massa di Petamburan, Jakarta Pusat beberapa waktu lalu.

Polisi sudah mengultimatum imam besar FPI itu untuk koopetratif jika tidak akan dilakukan penjemputan paksa. Bahkan, polisi sudah mengajukan pencekalan terhadap Rizieq.

Menyikapi hal ini, pengacara FPI  Aziz Yanuar menyatakan akan mendatangi Polda Metro Jaya pada Jumat (11/12).  Kedatangan mereka untuk meminta kejelasan kasus hukum yang mendera Habib Rizieq Shihab (HRS).

Menurut Aziz Yanuar, kedatangan tim kuasa hukum ingin meminta surat panggilan yang sebenarnya ditujukan pada HRS dan lima tersangka lain. Pasalnya, sejak ditetapkan tersangka pada Kamis siang, surat panggilan tersebut belum juga dikirimkan oleh kepolisian.

"Kami tim kuasa hukum akan mendatangi Polda Metro Jaya untuk meminta surat panggilan pemeriksaan sebagai tersangka atas seluruh tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana sebagaimana surat penetapan tersangka no B/20079/XII/Res.1.24/2020/Ditreskrimum tertanggal 9 Desember 2020," kata Aziz pada, Jumat (11/12)

Seperti diketahui, penetapan enam tersangka dilakukan setelah pada Selasa (8/12) dilakukan gelar perkara kasus kerumunan massa di acara akad nikah putri HRS. Keenam tersangka tersebut adalah HRS sebagai penyelenggara. Kedua, ketua panitia dengan inisial HU, ketiga, sekretaris panitia inisial A, keempat, inisial MS sebagai penanggung jawab di bidang keamanan, kelima, inisial SL sebagai penanggung jawab acara, dan terakhir HI sebagai kepala seksi acara. Keenam tersangka dikenakan Pasal 160 dan 216 KUHP.
Sikap Rizieq dianggap tidak kooperatif karena tidak pernah menghadiri satu pun panggilan pemeriksaan dari Polda Metro Jaya. Polda Metro Jaya pun siap menangkap Rizieq Shihab setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara tindak pidana protokol kesehatan.

Kadiv Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus  mengatakan, upaya penangkapan itu merupakan salah satu kewenangan Polri yang diatur sesuai Undang-Undang. "Kita akan mengenakan upaya paksa yang dimiliki Polri sesuai perundang-undangan. Apa upaya paksanya? Pemanggilan atau penangkapan," ujarnnya.

 

Tim kuasa humuk Habib Rizieq akan memndatangi Polda Metro Jaya Jumat (11/12) siang untuk menanyakan penetapan status tersangka kepada Habib Rizieq Shihab dan surat panggilannya.

Loading...

Related Post