FPI Desak Komnas HAM Rekrut Komisi Adhoc dari Sipil, Polisi Siap Bantu

FPI Desak Komnas HAM Rekrut Komisi Adhoc dari Sipil, Polisi Siap Bantu
Ketua Umum FPI Ahmad Shabri Lubis (dakta.com)
Editor : Donald Berita Anda — Kamis, 10 Desember 2020 08:51 WIB
terasjakarta.id


Komisi Nasional Hak Azasi Manusia (Komnas HAM) akan segera membentuk tim guna menyelidiki kasus penembakan terhadap enam anggota laskar Front Pembela Islam (FPI) pada Senin 7/12) dinihari lalu.

Pihak FPI pun meminta Komnas HAM merekrut komisioner ad hoc dari kalangan masyarakat sipil dalam pengusutan kasus itu. Pasalnya, pihaknya berkeyakian kematian enam laskar itu adalah pembunuhan di luar proses hukum.

Hak ini disampaikan FPI melalui keterangan pers tertulis yang disampaikan Ketua Umum FPI Ahmad Shabri Lubis dan Sekretaris Umum FPI, Munarman.

"Kami mendorong pihak Komnas HAM memperluas keterlibatan badan partisipasi publik dengan merekrut komisioner ad hoc dari kalangan masyarakat sipil yang profesional dan independen serta berintegritas untuk menjadi anggota tim pencari fakta dalam peristiwa extra judicial killing ini," demikian bunyi keterangan pers resmi FPI.

Menurut Shabri, FPI mendorong Komnas HAM, Komnas Anak, dan Komnas Perempuan melakukan investigasi. Sebab, rombongan yang dikawal laskar dalam pembunuhan enam orang itu tak hanya ada Habib Rizieq Shihab (HRS), tapi juga terdapat bayi dan balita perempuan.

Komnas HAM diketahui telah memulai penyelidikan kasus ini. Tim Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM telah meminta keterangan pihak FPI, saksi, dan mendatangi lokasi kejadian. "Beberapa hal penting untuk merekonstruksi peristiwa kami dapatkan. Namun masih perlu pendalaman," kata Komisioner Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM Choirul Anam.

Shabri mengatakan, pada setiap jenazah laskar itu terdapat lebih dari satu lubang peluru. "Tembakan terhadap para korban memiliki kesamaan sasaran, yaitu semua tembakan mengarah ke jantung para syuhada," katanya.

Berdasarkan keterangan ahli yang melihat bekas tembakan saat jenazah dimandikan, kata Shabri, diketahui tembakan dilepaskan dari jarak dekat. Selain itu, tembakan dilepaskan dari bagian depan dan bagian belakang badan para laskar. Lalu, pada tubuh para laskar pengawal Habib Rizieq Shihab (HRS) itu terdapat tanda penyiksaan.

Sementara Polri mempersilakan Komnas HAM membentuk tim pemantauan dan penyelidikan untuk mendalami insiden di Jalan Tol Jakarta-Cikampek yang menyebabkan kematian enam anggota Font Pembela Islam (FPI).

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Awi Setiyono menyatakan siap membantu memberikan data-data yang dibutuhkan Komnas HAM. (disadur dari Republika.co.id/donald)

 

FPI meminta Komnas HAM merekrut komisioner adhoc dari kalangan masyarakat sipil dalam pengusutan kasus penembakan enam laskar FPI. Pasalnya pihaknya berkeyakian kematian enam laskar itu adalah pembunuhan di luar proses hukum.

Loading...

Related Post