Hari Antikorupsi Sedunia, Jimly Asshiddiqie: Korupsi Berawal Dari Niat

Hari Antikorupsi Sedunia, Jimly Asshiddiqie: Korupsi Berawal Dari Niat
ist
Editor : Potan News — Kamis, 10 Desember 2020 08:32 WIB
terasjakarta.id

Ketua umum ICMI, Jimly Asshiddiqie mengatakan, korupsi terjadi berawal dari niat. Seseorang mengejar jabatan bukan untuk kemaslahatan masyarakat melainkan niat untuk mengambil, maka korupsi akan mudah terjadi. 

“Awal dari korupsi adalah ketika seseorang memiliki jabatan namun berniat untuk mengambil sesuatu yang bukan haknya, bukan berniat untuk memberi,” kata Jimly di acara diskusi webinar memperingati Hari Antikorupsi Sedunia, bertajuk; “Pendidikan Anti Korupsi untuk Generasi Muda Islam”, diselenggarakan oleh GPII Jakarta Raya dan PII Jakarta Raya, Rabu (9/12/2020).

Jimly menjelaskan, dalam prinsip Islam, tangan di atas lebih baik dari tangan dibawah. Sehingga, mental untuk mengambil sesuatu dari sebuah jabatan bertentangan dengan nilai-nilai dalam Islam.

Khoirunnas anfauhum linnas, sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia yang lainnya,” pesan Jimly.

Narasumber lainnya, Kepala Kesbangpol DKI Jakarta, Taufan Bakri berpandangan, banyak persoalan korupsi yang berawal dari gaya hidup mewah.

Karena itu, Taufan menyebut, penanaman pendidikan anti korupsi harus ditanamkan sejak dini untuk memberi pemahaman tentang pentingnya menjalankan nilai-nilai agama.

Sementara itu, Direktur eksekutif Jakarta monitoring Network (JMN) Ahmad Sulhy, menilai, bahwa pendidikan anti korupsi perlu dijadikan kurikulim dalam institusi pendidikan formal.

“Sebab, banyak oknum-oknum yang senang memperjual-belikan jabatan dan pengaruh, sehingga kedepan butuh penanaman pendidikan anti korupsi yang lebih serius,” ujarnya.

Disisi lain, menurut dia, aktifis juga harus dilibatkan terutama dalam pengawasan dan pengawalan roda pemerintahan Pemprov DKI, termasuk BUMD-BUMD di DKI Jakarta.

Menurut Sulhy, dalam upaya mencegah korupsi di Jakarta, semua elemen harus ikut berperan dalam mengawal kinerja Pemprov DKI dan DPRD DKI dalam rangka melawan korupsi.

“Karenanya, saya mengajak para aktivis mengawasi proses penganggaran dan penggunaan APBD DKI termasuk penggunaan Penyertaan Modal Pemerintah (PMD) pada BUMD DKI,” katanya.

Sulhy menegaskan, peran BUMD bukan hanya minta dan menghabiskan PMD tanpa menghasilkan keuntungan untuk menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) DKI Jakarta.

“Jadi, kalau BUMD merugi, sebaiknya Direksi dan komisarisnya diganti,” pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua Umum Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) Jakarta Raya, Anto menyatakan, pihaknya menggelar diskusi anti korupsi di hari anti korupsi sedunia yang jatuh pada tanggal 9 Desember sebagai upaya untuk kembali menanamkan karakter anti korupsi yang merajalela di Indonesia.

Dia ingin, refleksi melalui diskusi-diskusi anti korupsi ini akan bermanfaat bagi seluruh kader.

Senada, Ketua Umum Pelajar Islam Indonesia (PII) Jakarta Raya, Anja mengungkapkan, diskusi anti korupsi ini dilaksanakan karena korupsi di Indonesia merupakan extra ordinary crime.

Oleh karenanya, kata dia, diskusi dan pendidikan anti korupsi harus terus digalakkan.

“Diskusi ini dimaksudkan untuk penanaman nilai-nilai karakter anti korupsi kepada seluruh kader GPII dan PII,” pungkas Anja.









Hari Antikorupsi Sedunia  Jimly Asshiddiqie Korupsi Berawal Dari Niat

Loading...

Related Post