Direhabilitasi, Iyut Bing Slamet Akui Dirinya Pemakai Narkoba

Direhabilitasi, Iyut Bing Slamet Akui Dirinya  Pemakai Narkoba
Iyut Bing Slamet (kanan) didampingi Kepala BNNK Jakarta Selatan Dik Dik Kusniadi memberikan keterangan pers di Mako Polres Metro Jakarta Selatan, Selasa (8/12/2020) (Anntara/Laily Rahmawaty)
Editor : Donald Berita Anda — Selasa, 8 Desember 2020 13:45 WIB
terasjakarta.id


Penyesalan selalu datang terlambat. Itulah yang menimpa artis  Iyut Bing Slamet. Mantan penyanyi cilik ini menyesali perbuatannya karena dua kali terjerumus di lubang yang sama.

Hal ini disampaikan mantan penyanyi cilik ini di Mapolres Jakarta, Selasa (8/12). Ia tak menampik kalua dirinya adalah seorang pemakai barang haram itu. "Saya enggak munafik memang saya pengguna, memang saya sudah salah jalan," ujarnya.

Untuk itu, wanita yang pernah ditangkap dalam kasus yang sama pada 2011 lalu ini menyampaikan permintaan maaf kepada keluarganya, kakak-kakaknya, bahkan kepada kedua orang tuanya yang telah meninggal dunia.

Menurut Iyut, kasus narkoba yang kembali menjeratnya ini, telah membuat dirinya benar-benar menyesal dan berkomitmen untuk tidak lagi menjadi pengguna. "Saya sangat menyesali ini, karena ini bukan yang pertama kalinya buat saya, tidak munafik dan ini sudah yang kedua kali," kata Iyut Bing Slamet dengan nada berat.

Wanita yang bernama lengkap Ratna Fairuz Albar ini mengungkapkan, kedua kalinya terjerat narkoba bukanlah hal yang mudah. Tapi adik dari artis Adi Bing Slamet ini berterimakasih kepada pihak-pihak yang telah menangani kasusnya.

Iyut Bing Slamet berterimakasih kepada Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Selatan yang telah membantunya dalam menangani perkaranya, serta Kepala BNNK Jakarta Selatan,  Dik Dik Kusniadi, Iyang telah merekomendasikan dirinya untuk menjalani rehabilitasi berdasarkan hasil asesmen yang dijalaninya.

Adik dari aktor Adi Bing Slamet juga mengisahkan perjalanan hidup sebagai pengguna adalah mengantarkan seseorang kepada tiga tempat.

Pertama, ke rumah sakit jiwa karena narkoba merusak syaraf. Berikutnya, ke penjara karena ada undang-undang yang mengaturnya.

Terakhir ke kuburan karena banyak pengguna yang overdosis.

"Saya saat ini benar-benar sangat menyesali banget-banget menyesali," ujarnya.

"Seperti yang dikatakan bapak Kepala BNNK, kalau kita sudah kena ya tujuannya tiga tempat tadi, sakit jiwa, dipenjara, dan mati," Iyut Bing Slamet menambahkan.

Iyut Bing Slamet mengungkapkan awal memakai narkoba memang terasa enak. Tapi tanpa disadari oleh penggunanya, narkoba akan merusak syaraf-syaraf.

"Awalnya memang enak tapi secara tidak sadar kena saraf kita dan saya benar menyesali banget-banget. Saat ini saya ingin sembuh dan kawan lain kalau bisa hindari narkoba, terimakasih," pungkas Iyut Bing Slamet.

Sebelumnya, Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Kota Jakarta Selatan telah merekomendasikan Iyut Bing Slamet untuk menjalani rehabilitasi, karena dinyatakan sebagai pengguna dengan kategori ringan.

Sejak ditangkap pada 3 Desember 2020, saat ini kondisi emosional Iyut Bing Slamet telah membaik.Pada saat memberikan keterangan kepada awak media, Iyut Bing Slamet sudah lebih segar dan ceria.

Seperti diketahui, Iyut ditangkap Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Selatan pada Kamis (3/12) di rumahnya di Kramat Sentiong, Johar Baru, Jakarta Pusat.

Penangkapan dilakukan pukul 23.30 WIB, di lokasi petugas menemukan barang bukti satu set alat hisap sabu, dua buah korek gas dan satu buah plastik klip bening bekas narkotika—yang diakui Iyut Bing Slamet seberat 0,7 gram.

 

Artis dan mantan penyanyi cilik Iyut Bing Slamet akhirnya dibantarkan untuk menjalani rehabilitasi terkait kasus narkoba yang menjeratnya.

Loading...

Related Post