KPK Geledah Gedung Kemensos, Sejumlah Dokumen Disita

KPK Geledah Gedung Kemensos, Sejumlah Dokumen Disita
Mensos Juliari Peter Batubara (bisnis.com)
Editor : Donald Berita Anda — Selasa, 8 Desember 2020 13:23 WIB
terasjakarta.id


 Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus melakukan penyidikan terhadap kasus suap bansos Covid-19 yang melibatkan Menteri Sosial (Mensos) Juliari Peter Batubara. Guna melengkapi barang bukti, penyidik  melakukan penggeledahan di tiga tempat dan lokasi yang berbeda yaitu di Gedung Kemensos, Jakarta,  serta dua rumah tersangka yang merupakan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di Kemensos Matheus Joko Santoso (MJS) dan Adi Wahyono (AW).

"Kami memgamankan sejumlah dokumen  yang terkait dengan perkara ini daru-I ketiga tempat itu," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam  keterangannya di Jakarta, Selasa 8/12).

Ia menjelaskan, penggeledahan itu dilakukan dalam penyidikan kasus korupsi berupa penerimaan sesuatu oleh penyelenggara negara atau yang mewakilinya di Kemensos terkait bantuan sosial untuk wilayah Jabodetabek 2020.

Menurut Ali Fikri, dokumen-dokumen yang disita itu akan dianalisa untuk selanjutnya dilakukan penyitaan dan kemudian akan dikonfirmasi kepada saksi-saksi yang akan dipanggil dan diperiksa tim penyidik.

Seperti diketahui, dalam kasus ini KPK sudah menetapkan lima tersangka. Selain Mensos Julliarai Batubara, KPK juga menahan dan metapkan empat orang lainnya sebagai tersangka yakni  Matheus Joko Santoso (MJS) dan Adi Wahyono (AW) serta dari pihak swasta Ardian I M (AIM) dan Harry Sidabuke (HS).

Dalam kasus ini, KPK menduga Mensos menerima suap senilai Rp17 miliar dari "fee" pengadaan bantuan sosial sembako untuk masyarakat terdampak Covid-19 di Jabodetabek.

Ali Fikri menjelaskan, pada pelaksanaan paket bansos sembako periode pertama diduga diterima 'fee' sebesar Rp12 miliar yang pembagiannya diberikan secara tunai oleh Matheus Joko Santoso kepada Juliari Peter Batubara Adi Wahyono dengan .


Pemberian uang tersebut selanjutnya dikelola oleh Eko dan Shelvy N selaku orang kepercayaan Juliari untuk digunakan membayar berbagai keperluan pribadi Juliari.

"Untuk periode kedua pelaksanaan paket Bansos sembako, terkumpul uang 'fee' dari bulan Oktober 2020 sampai dengan Desember 2020 sejumlah sekitar Rp8,8 miliar yang juga diduga akan dipergunakan untuk keperluan JPB," ujar Ketua KPK saat menjelaskan kasus ini.

Sehingga total suap yang diduga diterima Juliari adalah senilai Rp 17 miliar. (donald)

 

 

 

 

Komisi Pemberantasan Korupsi menggeledah kantor Kementerian Sosial Selasa (8/12).Sejumlah dokumen disita untuk melengkapi bukti keterlibatan Mensos Juliari Batubara dalam kasus korupsi dana bansos Covid-19

Loading...

Related Post