KPK Dalami Uang Rp3,4 Miliar Yang Masuk ke Rekening Istri Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo

KPK Dalami Uang Rp3,4 Miliar Yang Masuk ke Rekening Istri Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo
Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo di Kantor KPK (Tempo.co)
Editor : Donald Berita Anda — Senin, 7 Desember 2020 11:45 WIB
terasjakarta.id


Penyidikan kasus korupsi ekspor benih lobster yang melibatkan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan  Edhy Prabowo masih berjalan di Komisi Pemberantasa Korupsi. Pada Senin (7/12), KPK  memanggil tujuh saksi untuk dimintai keterangan.

 

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan, ketujuh saksi yang menjalani pemeriksaan itu adalah  pegawai PT DPPP Betha Maya Febiana, Lutpi Ginanjar seorang mahasiswa, wiraswasta Yudi Surya Atmaja, karyawan swasta Jan Saragih, Agustinus Jiuwengky dari pihak swasta, staf MKP Qushairi Rawi, dan pegawai finance PLI Kasman.


"Pemanggilan dan pemeriksaan terhadap tujuh orang saksi untuk tersangka EP (Edhy Prabowo)," ujarnya.

Dalam kasus ini, KPK sudah menetapan tujuh tersangka. Selain Edhy, para tersangka lainnya adalah Staf Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan sekaligus Wakil Ketua Pelaksana Tim Uji Tuntas (Due Diligence) Safri (SAF), Staf Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan sekaligus Ketua Pelaksana Tim Uji Tuntas (Due Diligence) Andreau Pribadi Misata (APM), Sekretaris Pribadi Menteri Kelautan dan Perikanan Amiril Mukminin (AM).


Selanjutnyaa ada pengurus PT Aero Citra Kargo (ACK) Siswadi (SWD), staf istri Menteri Kelautan dan Perikanan Ainul Faqih (AF), dan Direktur PT Dua Putra Perkasa (DPP) Suharjito (SJT).

Edhy ditetapkan sebagai tersangka karena diduga menerima suap dari perusahaan-perusahaan yang mendapat penetapan izin ekspor benih lobster menggunakan perusahaan "forwarder" dan ditampung dalam satu rekening hingga mencapai Rp9,8 miliar.

Uang yang masuk ke rekening PT ACK yang saat ini jadi penyedia jasa kargo satu-satunya untuk ekspor benih lobster itu selanjutnya ditarik ke rekening pemegang PT ACK, yaitu Ahmad Bahtiar dan Amri senilai total Rp9,8 miliar.

Selanjutnya pada 5 November 2020, Ahmad Bahtiar mentransfer ke rekening staf istri Edhy bernama Ainul sebesar Rp3,4 miliar yang diperuntukkan bagi keperluan Edhy, istrinya Iis Rosyati Dewi, Safri, dan Andreau.

Antara lain dipergunakan untuk belanja barang mewah oleh Edhy dan istrinya di Honolulu, AS pada 21 sampai dengan 23 November 2020 sejumlah sekitar Rp750 juta diantaranya berupa jam tangan Rolex, tas Tumi dan LV, dan baju Old Navy.

Selain itu, sekitar Mei 2020, Edhy juga diduga menerima 100 ribu dolar AS dari Suharjito melalui Safri dan Amiril. (Disadur dari Antara/Donald)


KPK memeriksa tujuh orang saksi terkait kasus ekspor benih lobster yang melibatkan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo Senin (7/12)

Loading...

Related Post