Kasus Korupsi Mensos Juliari Batubara, Ibarat Nila Setitik Rusak Susu Sebelanga

Kasus Korupsi Mensos Juliari Batubara, Ibarat Nila Setitik Rusak Susu Sebelanga
Mensos Juliari Batubara saat menyerahkan diri ke KPK (Pikiran-rakyat.com)
Editor : Donald Berita Anda — Minggu, 6 Desember 2020 20:51 WIB
terasjakarta.id


Kasus korupsi dana bansos Covid-19 yang melibatkan Menteri Sosial (Mensos) Juliari Batubara seketika merontokkan karier cemerlangnya,  baik sebagai pengusaha sukses, politisi, dan orang yang  diberi tanggung jawab menjadi pejabat tinggi negara.

Kejadian yang menimpa Juliari mirip peribahasa, karena nila setitik rusak susu sebelanga. Kasus korupsi dan bansos ini telah menguburkan semua rekam jejak Juliari yang selama ini dipandang baik.

Rekam jejak dan karier  pria berdarah Batak ini sangat cemerlang hingga akhirnya Presiden Joko Widodo memilihnya  yang nota bene  kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan untuk masuk dalam Kabinet Indonesia Maju,

Sebelum terjun ke bidang politik, Juliari Batubara lebih dahulu meniti karier di bidang swasta. Pada tahun 2014, politisi PDIP ini terpilih menjadi anggota DPR dan juga sempat menduduki posisi Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antarparlemen (BKSAP) DPR.

Juliari merupakan Wakil Bendahara Umum PDIP, sebelumnya dia  duduk di Komisi VI DPR-RI. Komisi tersebut membidangi perdagangan, perindustrian, investasi, koperasi, UKM & BUMN, dan standarisasi nasional.

Kiprah politik pria kelahiran 22 Juli 1972 ini dimulai saat ia menjadi anggota Badan Pemenangan Pemilu Pusat PDIP pada 2003 dan 2008.

Seperti dikutip dari  Poskota.co.id, dua tahun setelahnya atau pada 2010, Juliari dipercaya menjabat sebagai Wakil Bendahara Umum DPP PDI Perjuangan. Di PDIP ia mencalonkan diri sebagai anggoga legislatif pada Pemilu 2014 silam. Juliari P Batubara mewakili Daerah Pemilihan Jawa Tengah I dengan perolehan sebanyak 128.956 suara.

Juliari sempat menduduki jabatan penting di beberapa perusahaan sebelum terjun ke dunia politik. Pada 2003, Juliari sempat menjabat sebagai Direktur Utama PT Wiraswasta Gemilang Indonesia (perusahaan pelumas kendaraan bermotor; Pennzoil dan Evalub) dan Direktur Utama PT Arlinto Perkasa Buana.

Selain itu, Juliari juga pernah duduk di kursi Direktur PT Bwana Energy pada 2004 dan Komisaris Utama PT Tridaya Mandiri pada 2005.

Selain di dunia bisnis, Juliari juga pernah menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Motor Indonesia (PP IMI) tahun 2003 – 2011, dan Ketua IV Pemberdayaan Usaha dan Masyarakat PB PERBASI (Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia), tahun 2002 – 2004. 

 

Terancam Mati

Kisah memilukan dalam karier Juliari Batubara mungkin tidak hanya menyerenya sebagai seorang pesakitan di balik tembok penjara. Juliarai bisa terancam hukuman yang lebih berat lagi.

Pasalnya, saat ini muncul wacana ancaman hukuman mati terhadap para pelaku korupsi dana bantuan sosial, terlebih bansos Covid-19.

 Beberapa waktu lalu, KPK pernah menegaskan kalua  pelaku korupsi dana bansos bisa dijerat hukuman mati.

Ketua KPK Firli Bahuri pernah  mengingatkan, jangan coba-coba mengorupsi dana bantuan buat rakyat yang sedang susah. 

“Jangan pernah berpikir, coba-coba atau korupsi dana bansos. KPK akan mengambil opsi tuntutan hukuman mati,” tegas Firli.

Mantan jenderal polisi berbintang dua ini menyebutkan, ancaman  sesuai Pasal 2 ayat 2 UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantaan Tindak Pidana Korupsi. Pasal ini menyebutkan dalam keadaan tertentu pidana mati dapat dijatuhkan.

Seperti diketahui, keterlibatan Juliari dalam kasus ini bermula dari operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK  pada Jumat  (4/12) malam  hingga Sabtu (5/12) dini hari. Dalam OTT itu, KPK menangkap para  pejabat  pembuat komitmen (PPK) di Kemsos karena  diduga telah menerima hadiah dari para vendor PBJ Bansos di Kemensos terkait penanganan pandemi Covid-19.

Tak hanya menjerat pejabat eselon III, Mensos Juliari P Batubara  juga ikut terseret kasus  ini.

Selain Mensos Juliari P Batubara, pejabat pembuat komitmen (PPK) di Kemensos Matheus Joko Santoso (MJS) dan Adi Wahyono (AW) telah ditetapkan sebagai tersangka penerima. Adapun yang dijadikan tersangka pemberi adalah dari pihak swasta yaitu, Ardian I M (AIM) dan Harry Sidabuke (HS). (Donald)

Menteri Sosial Juliari Peter Batubara kini terpuruk setelah ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi lantaran terlibat kasus korupsi dana bantuan sosial (bansos) Covid-19.

Loading...

Related Post