Baru Semalam Nginap di Tahanan, Ustaz Maaher Serukan Ajakan Berdamai

Baru Semalam Nginap di Tahanan, Ustaz Maaher Serukan Ajakan Berdamai
Ustaz Maaher At-Thuwailibi (Terasjabar)
Editor : Donald Berita Anda — Sabtu, 5 Desember 2020 13:03 WIB
terasjakarta.id


Baru semalam menginap di Tahanan, Soni Ernata atau yang dikenal dengan Ustaz Maaher At Thuwailibi sudh mulai tak kerasan. Ia pun  meminta berdamai dengan orang yang melaporkannya ke polisi, Waluyo Wasis Nugroho.

Melalui kuasa hukumnya , Djudju Purwantoro, Maaher mengajuka ajakan damai itu sebelim dirinya mengajukan gugatan praperadilan atas kasus yang menjeratnya lantaran dituding menghina Kiai Nahdlatul Ulama, Habib Luthfi bin Yahya. Sebelum melayangkan gugatan, pihaknya terlebih dulu mengupayakan damai.

"Kalau bisa berdamai sebelum mengajukan gugatan kan lebih baik,”ujar Djudju.

Seperti diketahui, Maaher  resmi ditahan penyidik Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri usai ditangkap pada Kamis (3/12) dan menjalani pemeriksaan intensif.

Adapun Maaher akan menjalani masa penahanan untuk 20 hari ke depan di Rumah Tahanan (Rutan) Salemba cabang Bareskrim Polri.

Dalam perkara ini, cuitan Maaher diduga mengandung unsur pelanggaran dalam Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Dia pun terancam hukuman maksimal enam tahun penjara.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigadir Jenderal Awi Setiyono menjelaskan cuitan yang dinilai melanggar hukum itu ialah saat Maaher mengunggah foto Luthfi bib Ali bin Yahya mengenakan serban putih.

Maaher memberi keterangan 'Iya tambah cantik pakai jilbab, kayak kyainya banser ini ya'.

Cuitan itu, kata Awi, diduga bermuatan rasa kebencian, permusuhan, individu atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan SARA. Maaher pun dijerat Pasal 45 ayat 2 jo Pasal 28 ayat 2 Undang-undang nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-undang nomor 11 tahun 2008 tentang ITE.

"Modus operandi, tersangka mengunggah konten SARA pada akun Twitter milik tersangka. Sedangkan motif masih pendalaman," terang Awi.

Lebih lanjut, Awi mengungkapkan unggahan Maaher itu telah diteliti sebelum aparat menetapkan sebagai tersangka. Hasil analisis menunjukkan, ungkapan 'cantik' biasanya lazim ditujukan kepada perempuan.

Sementara panggilan kyai, biasanya disematkan kepada seseorang tokoh dalam agama Islam dengan jenis kelamin laki-laki.

Belum lagi, kata dia, panggilan kyai biasanya mewakili penamaan tokoh dari orang-orang yang memiliki nilai religi di agama Islam. Sehingga, tidak searusnya dipanggil secara sembarangan.

Hal itu dipercaya penyidik melatarbelakangi salah satu anggota Banser Nahdlatul Ulama (NU) untuk melaporkannya ke polisi. (Donald)

 

 

Ustaz Maaher At Thuwailibi menyerukan perdamaian dengan pelapor kasusnya itu Waluyo Wasis Nugroho sebelum dia mengajukan gugatan praperadilan terkait penangkapannya.

Loading...

Related Post