Kabar Baik Buat Pemerintah, Banyak Masyarakat Pilih Tak Mudik Akhir Tahun

Kabar Baik Buat Pemerintah, Banyak Masyarakat Pilih Tak Mudik Akhir Tahun
Libur akhir tahun dikhawtirkan berpotensi meningkatkan penyebaran corona (ilustrasi/poskota.co.id)
Editor : Donald Berita Anda — Sabtu, 5 Desember 2020 10:32 WIB
terasjakarta.id

Kabar  baik buat pemerintah yang menganjurkan masyarakat untuk tidak  mudik pada libur akhir tahun sebagai upaya mencegah penyebaran Covid-1 atau corona, Sebanyak 73 persen hasil survei menyatakan masyarakat Indonesia tidak memilih mudik pada masa libur akhir tahun bertepatan dengan perayaam Natal dan Tahun Baru 2020.

Adalah Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang mngeluarkan hasil survei itu  melalui Badan

 “Berdasarkan dari hasil survei yang dilakukan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemenhub diprediksi sebanyak 73 persen masyarakat.

Menurut Budi  hanya sedikit persentase pergerakan orang untuk bepergian pada masa libur akhir tahun ini.  Namun pihaknya tetap mempersiapkan dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait guna mengantisipasi adanya lonjakan pemudik.

Lebh jauh Budi merinci, mayoritas asal calon pemudik dalam survey tersebut berasal dari Jabodetabek (31%) dan akan melakukan perjalanan Jawa Tengah (20%), Jawa Timur (13%), dan Jawa Barat (10%).

“Kami (Kemenhub) telah berkoordinasi dengan pihak terkait baik Kepolisian maupun Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT). Adapun nantinya akan ada pembatasan operasional angkutan barang arah keluar Jabodetabek," katanya.

Untuk pembatasa operasional angkutan barang, lanjut Budi, akan  diberlakukan pada masa arus mudik 1 tanggal 23 Desember 2020 pukul 00.00 WIB sampai 24 Desember 2020 pukul 24.00 WIB dan pada masa arus mudik II pada tanggal 30 Desember 2020 pukul 00.00 WIB sampai 31 Desember 2020 pukul 24.00 WIB.

Sementara itu, untuk pembatasan operasional angkutan barang arah masuk Jabodetabek pada masa arus balik I pada tanggal 27 Desember 2020 pukul 00.00 WIB hingga 28 Desember 2020 pukul 08.00 WIB. Lalu pada masa arus balik II pada tanggal 2 Januari 2021 pukul 12.00 WIB hingga 4 Januari 2021 pukul 08.00 WIB.

Guna memperlancar memperlancar penyelenggaraan angkutan Natal dan Tahun Baru  pihaknya akan melakukan rampcheck pada 5.000 kendaraan baik bus AKAP maupun bus pariwisata dan kapal penyeberangan.

“Rampcheck akan dilakukan untuk bus maupun kapal penyeberangan, untuk bus kesiapan sarananya sebanyak 50.317 unit dan kapal penyeberangan sebanyak 218 unit," katanya.

"Selain itu kesiapan prasarana juga dilakukan yakni kesiapan sebanyak 105 Terminal di 30 Provinsi serta 15 lintas SDP agar masyarakat yang ada di daerah-daerah dapat merayakan Natal dan Tahun Baru dengan tetap mengutamakan protokol kesehatan,” tambahnyaK
Sementara  Direktur Prasarana Transportasi Jalan  Kemenhub, Risal Wasal, menyatakan bahwa penertiban kendaraan Over Dimension dan Over Loading (ODOL) di jalan nasional dan jalan tol akan kembali ditegakkan.

Sekaligus untuk menyongsong program Indonesia Bebas ODOL 2023.

“Dari diskusi yang dilakukan dengan pengusaha angkutan barang kemarin, memang ada beberapa yang menolak dan minta ditunda hingga tahun 2025, namun sebagian besar tetap berharap Indonesia bebas ODOL per 1 Januari 2023,” jelas Risal.

 “Dari data yang kami dapatkan dari Aptrindo, saat ini bahkan 60% truk mereka kosong. Oleh karena itu kami perlu melakukan kajian dengan Aptrindo . (Donald)

Pemerintah khawatir ledakan mudik pada libur akhir tahun pada perayaan Natal dan Tahun Baru berpotensi meningkatkan penyebaran virus Covid-19 atau Corona

Loading...

Related Post