Antisipasi Banjir, Pemkot Jaksel Mulai Mendata Kebutuhan Warga

Antisipasi Banjir, Pemkot Jaksel Mulai Mendata Kebutuhan Warga
ist
Editor : Potan News — Jumat, 4 Desember 2020 15:14 WIB
terasjakarta.id


Instruksi Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan untuk mendata kebutuhan warga di wilayah dalam mengantisipasi banjir saat musim penghujan, langsung direspon Wali Kota Jakarta Selatan, Marullah Matali.

Marullah meminta aparat kelurahan dan kecamatan untuk mendata apa saja yang dibutuhkan warga terkait siaga, tanggap dan galang.

"Pada simulasi tadi, sudah melihat mulai dari kesiapan petugas, peralatan pendukung sampai ada kebutuhan-kebutuhan tertentu yang disiapkan oleh pelaksana penanggulangan banjir," kata Marullah, Jumat (4/12).

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah menginstruksikan seluruh jajarannya agar mewaspadai banjir dampak dari fenomena alam La Nina. Anies berpesan apabila terjadi banjir, maka genangan bisa surut dalam waktu enam jam

Sementara itu dalam mengantisipasi banjir, Pemkot Jakarta Selatan menargetkan genangan maupun banjir di kawasan ini dapat ditangani dengan cepat sehingga dapat surut dalam waktu enam jam.

"Kita berharap bisa menyelesaikan genangan itu dalam enam jam, sudah surut," kata Marullah.

Marullah menyebutkan, berbagai persiapan dilakukan untuk mengantisipasi banjir di musim penghujan tahun ini. Mulai dari pengerukan saluran air dan waduk di sejumlah wilayah, serta program gerebek lumpur di kali.

Upaya lainnya membentuk Kampung Siaga Bencana salah satunya di Kelurahan Pengadegan, Kecamatan Pancoran sebagai percontohan.

Dengan segala upaya yang dilakukan, lanjut Marullah, hal utama diharapkan adalah bencana tidak datang dan memastikan warga selamat ketika bencana terjadi.

"Ketika terjadi genangan, kita berharap bisa menyelesaikan genangan itu dalam enam jam surut, setelah air tidak mengalir lagi ke lokasi," kata Marullah seperti dikutip Antara.

Upaya lainnya adalah pengerahan penyedot air agar genangan dan banjir yang terjadi di sejumlah wilayah dapat tertangani dalam enam jam. Ia mencontohkan penanganan banjir di Kampung Lubang, Kelurahan Pengadegan sudah disediakan dua pompa air.

Namun, lanjut dia, pompa tersebut memiliki kapasitas 750 liter per detik. Sementara untuk penanganan yang cepat membutuhkan pompa dengan kapasitas 2.500 liter per detik.

"Kalau itu bisa ditambahkan mudah-mudah bisa mempercepat penyedotan, karena kapasitas pompa yang ada saat ini 750 liter per detik, dua pompa yang satu kapasitas 500 liter per detik dan satu laginya 250 liter per detik," katanya.

Selain mengandalkan pompa dari Sudin Sumber Daya Air (SDA), Pemkot Jakarta Selatan juga menyiagakan pompa dari Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar).

"Damkar juga membantu ini semua penyedotan dan penyemprotan," kata Marullah.(adt)



Antisipasi Banjir Pemkot Jaksel Mulai Mendata Kebutuhan Warga

Loading...

Related Post