Ustaz Maaher At-Thuwailibi Resmi Ditahan 20 Hari, Polisi Persilakan Yang Tak Puas Ajukan Praperadilan

Ustaz Maaher  At-Thuwailibi Resmi Ditahan 20 Hari, Polisi Persilakan Yang Tak Puas Ajukan Praperadilan
Ustaz Maaher At-Thuwailibi (Terasjabar)
Editor : Donald Berita Anda — Jumat, 4 Desember 2020 12:29 WIB
terasjakarta.id


Usai  menjalani pemeriksaan intensif usai ditangkap Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri pada Kamis 3/12) dini hari, Soni Ernata alias Ustaz Maaher At-Thuwailibi  dinyatakan resmi ditahan dalam kasus dugaan ujaran kebencian melalui akun Twitter.

"Sudah dilakukan penahanan," kata Kadiv Humas Polri Inspektur Jenderal Argo Yuwono saat dikonfirmasi, Jumat (4/12)

Adapun Maaher akan menjalani masa penahanan untuk 20 hari ke depan di Rumah Tahanan (Rutan) Salemba cabang Bareskrim Polri.

Dalam perkara ini, cuitan Maaher diduga mengandung unsur pelanggaran dalam Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Dia pun terancam hukuman maksimal enam tahun penjara.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigadir Jenderal Awi Setiyono menjelaskan cuitan yang dinilai melanggar hukum itu ialah saat Maaher mengunggah foto Luthfi bib Ali bin Yahya mengenakan serban putih.

Maaher memberi keterangan 'Iya tambah cantik pakai jilbab, kayak kyainya banser ini ya'.

Cuitan itu, kata Awi, diduga bermuatan rasa kebencian, permusuhan, individu atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan SARA. Maaher pun dijerat Pasal 45 ayat 2 jo Pasal 28 ayat 2 Undang-undang nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-undang nomor 11 tahun 2008 tentang ITE.

"Modus operandi, tersangka mengunggah konten SARA pada akun Twitter milik tersangka. Sedangkan motif masih pendalaman," terang Awi.

Lebih lanjut, Awi mengungkapkan unggahan Maaher itu telah diteliti sebelum aparat menetapkan sebagai tersangka. Hasil analisis menunjukkan, ungkapan 'cantik' biasanya lazim ditujukan kepada perempuan.

Sementara panggilan kyai, biasanya disematkan kepada seseorang tokoh dalam agama Islam dengan jenis kelamin laki-laki.

Belum lagi, kata dia, panggilan kyai biasanya mewakili penamaan tokoh dari orang-orang yang memiliki nilai religi di agama Islam. Sehingga, tidak searusnya dipanggil secara sembarangan.

Hal itu dipercaya penyidik melatarbelakangi salah satu anggota Banser Nahdlatul Ulama (NU) untuk melaporkannya ke polisi.

Sesuai Prosedur

Awi dengan tegas membantah tudingan pengacara Maaher yang menyatakan penangkapan terhadap kliennya di luar kelaziman. "Sesuai prosedur penangkapan," kata Awi

Awi meminta pihak yang berkeberatan untuk mengajukan gugatan praperadilan. "Mau diuji, silakan di pengadilan," katanya.

Awi menambahkan dalam proses penangkapan tersebut, tidak ada perlawanan dari pihak tersangka. "Enggak ada (perlawanan)," katanya.

Soni ditangkap di kediamannya di Kelurahan Kedung Badak, Kecamatan Tanah Sereal, Kota Bogor, Jawa Barat, pada Kamis pukul 04.00 WIB pagi.

Dalam penangkapan tersangka, penyidik menyita sejumlah barang bukti yakni tiga ponsel pintar, satu tablet merek Samsung dan sebuah KTP atas nama Soni Eranata.

Tersangka ditangkap untuk menindaklanjuti adanya laporan polisi bernomor LP/B/0677/XI/2020/Bareskrim tertanggal 27 November 2020.

Dalam kasusnya, tersangka Soni diduga melakukan tindak pidana menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras dan antargolongan (SARA) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 45 ayat (2) Jo. Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. (disadur dari Terasjabar/Donald)
 

 

Usai menjalani pemeriksaan intensif usai ditangkap Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri pada Kamis 3/12) dini hari Soni Ernata alias Ustaz Maaher At-Thuwailibi dinyatakan resmi ditahan dalam kasus dugaan ujaran kebencian melalui akun Twitter.

Loading...

Related Post