Polda Metro Jaya Membekuk Kurir Penyebar Video Azan Ajakan Jihad

Polda Metro Jaya Membekuk Kurir Penyebar Video Azan Ajakan Jihad
Polda Metro Jaya menghadirkan Tersangka H, penyebar video azan jihad di Polda Metro Jaya, Kamis (3/12) (NKRIKU.com)
Editor : Donald Berita Anda — Kamis, 3 Desember 2020 19:58 WIB
terasjakarta.id


 

Tak menunggu waktu lama, petugas  Sub Direktorat Tindak Pidana Siber Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, membekuk seorang kurir yang menyebarkan video adzan yang sebagian kalimatnya diubah atau diselipkan seruan, "hayya alal jihad", di media sosial.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus, di Mapolda Metro Jaya, Kamis (3/12) mengatakan,  Subdit Siber  berhasil mengamankan satu akun Instagram @hashophasan dengan pemiliknya berinisial H dan  pekerjaannya sebagai kurir.

Tersangka  H ini, jelas Yunus, memang yang menyebarkan video yang lagi marak di media sosial adanya azan diganti menjadi 'hayya alal jihad.

Tersangka diamankan di wilayah Jatinegara, Cakung, Jakarta Timur, Kamis sekitar pukul 04.30 WIB,. "Barang bukti yang disita satu handphone Samsung dan bukti akun Instagram yang bersangkutan," ungkap Yusril.

Lebih jauh Yusri menjelaskan, tersangka mendapatkan video itu di salah satu Whatsapp Grup FMCO News. Kemudian, disebarkan secara masif ke media sosial. "Pelaku tergabung ke dalam grup Whatsapp FMCO News. Kemudian, dia menemukan adanya video itu di grup. Lalu dia menyebarkan secara masif, itu hasil profiling penyidik siber Polda Metro Jaya," katanya.

Menurut Yusri, pelaku mengunggah video itu ke media sosial Instagram @hashophasan, tanggal 29 November 2020 lalu.

"Mengunggah video adzan, namun dalam kalimatnya diubah, yang kemudian didengar masyarakat dapat menimbulkan kegaduhan dan provokasi, seolah-olah Indonesia sedang berjihad, bertarung dengan musuh," jelasnya.

Yusri menambahkan, penyidik masih menelusuri siapa pembuat dan penyebar pertama video bermuatan SARA itu. Di beberapa daerah juga sudah melakukan pengungkapan seperti di Majalengka. “”Kami masih terus memprofiling siapa yang membuat video ini, termasuk siapa yang terlibat," tegasnya.

Yusri menyebutkan, atas perbutaannya tersangka dijerat dengan Pasal 28 ayat 2 juncto Pasal 45A ayat 2 Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE dengan ancaman pidana penjara 6 tahun. "Kami lapis Pasal 156a KUHP dan Pasal 160 KUHP dengan ancaman pidana penjara 6 tahun," tandasnya. (Donald)

Polda Metro Jaya membekuk seorang pria berinsial H yang menyebarkan video yang sebagian kalimatnya diubah menjadi ajakan jihad.

Loading...

Related Post