Ditangkap Pagi Buta, Ustaz Maheer Resmi Tersangka Ujaran Kebencian

Ditangkap Pagi Buta, Ustaz Maheer Resmi Tersangka Ujaran Kebencian
Penampakkan Ustaz Maaher At Thuwailibi saat ditangkap (Terasjabar.poskota.co.id)
Editor : Donald Berita Anda — Kamis, 3 Desember 2020 14:42 WIB
terasjakarta.id


Peristiwa penangkapan  terhadap  Ustaz Maaher At Thuwailibi alias Soni Ernata  dibeberkan oleh  kuasa hukumnya,  Djudju Djumantara

Menurut Djuju, Maaher ditangkap sekitar pukul 04.00 WIB subuh dan disaksikan sendiri oleh istrinya. "Disaksikan oleh istrinya, langsung dijemput ke rumahnya oleh tim dari Bareskrim Polri," kata, Kamis (3/12) siang

Dari rumahnya, petugas mengamankan barang bukti diantaranya, dua  handphone, tablet, dan laptop.

"Cara-cara proses penangkapan seperti itu patut diduga melanggar prosedur yang diatur dalam KUHAP. Ustaz Maheer juga tidak tertangkap tangan dalam suatu tindak pidana, belum pernah ada panggilan pemeriksaan pendahuluan, juga tidak memahami tentang kasus apa dia ditangkap," katanya.

Bareskrim Polri menangkap Ustadz Maaher At-Thuwailibi terkait kasus dugaan ujaran kebencian.

Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono mengatakan, Ustaz Maaher kini statusnya menjadi tersangka atas dugaan ujaran kebencian di akun twitter @ustadzmaaher.

"Ustadz Manager ditangkap dirumahnya, sekitar pukul:04.00 WIB, Kamis (3/12). Saat ini statusnya menjadi tersangka dan masih dilakukan pemeriksaan," kata Argo, Kamis (3/12/2020).

Dikatakan, pihak kepolisian juga melakukan pemeriksaan digital forensik terhadap barang bukti yang diamankan dari tersangka.

Ustaz Maaher yang bernama lengkap Soni Eranata ini ditangkap berdasarkan laporan nomor LP/B/0677/XI/2020/Bareskrim tertanggal 27 November 2020. Atas nama Waluyo Wasis Nugroho. 

Ia disangkakan melakukan tindak pidana Pasal 45 ayat (2) Jo Pasal 28 ayat (2) UU No 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

"Pasal yang disangkakan tindak pidana menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras dan antar golongan (SARA)," tukas Argo.

Ustaz Maaher juga dilaporkan Nahdlatul Ulama (NU) lewat pengacaranya Muannas Alaidid. Cuitan Ustadz Maaher  "cantik pakai jilbab kaya kiai Banser" dengan memasang foto Habib Luthfi, dianggap menghina kiai NU Habib Luthfi bin Yahya. (poskota.co.id/Donald)




Ustas Maaher Ar Thuwailibi masih menjakani pemeriksaan intensif di Mabes Polri. Pihak pengacara memprotes cara penangkapan yang dianggap melanggar prosedur

Loading...

Related Post