Ferdinand Hutahaean Mengaku Bingung dengan Laporan Putri JK

 Ferdinand Hutahaean Mengaku Bingung dengan Laporan Putri JK
Ferdinand Hutahaean (poskota)
Editor : Donald Berita Anda — Kamis, 3 Desember 2020 10:20 WIB
terasjakarta.id


 

Mantan politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean mengaku bingung dengan laporan yang polisi dilayangkan putri mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK). Ia mengaku tak kenal dengan  Musjwira JK, putri JK itu..

 

Fedinand menyatakan tak pernah menyerang kehormatan keluarga JK sebagai mana yang dilaporkan

 

Mantan politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean mengaku bingung dengan laporan yang polisi dilayangkan putri mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK), Musjwira JK, ke Bareskrim Polri.

Ia mengaku tidak kenal dengan Musjwira dan tidak memahami apa yang menjadi dasar laporan itu. Apalagi, sejauh ini ia tak pernah diminta klarifikasi soal  cuitan  ‘’Chaplin di akun Twitternya oleh Musjwira

" Terus terang saya agak aneh  dan merasa janggal atas laporan itu karena saya tidak kenal putri pelapor. Saya juga tidak pernah menyebut  nama pelapor dan tidak pernah berinteraksi dengan pelapor. Bagi saya ini soal proses hukum biasa ya," kata Ferdinand naat dikonformasi wartawan.

Untuk itu, dia meminta putri JK untuk membuktikan laporannya itu. Dia setiap dalil laporan, menurut Ferdinand, harus disertakan dengan pembuktian.

"Saya tidak pernah menyerang kehormatan keluarga yah. Jadi kalau pelapor merasa saya serang kehormatan keluarganya, ya silakan buktikan, tapi kalau tak bisa dibuktikan, nanti laporan ini jadi laporan palsu. Karena ada tertulis, siapa mendalilkan harus membuktikan," tutur Ferdinand.

Menurut Ferdinand Hutahaean, proses hukum bukanlah soal perasaan. Ferdinand kemudian menyinggung bahwa putri JK tidak pernah meminta klarifikasi atas cuitan soal 'Chaplin' itu.

“”Hukum kan, bukan soal perasaan tapi soal pembuktian dan barang bukti. Lagipula pelapor belum pernah meminta klarifikasi ke saya, kok main lapor aja. Jangan ditarik-tarik dong yang tidak ada hubungannya dengan beliau menjadi ada, kalau begini, bisa jadi semua orang masuk penjara," katanya.

 

Seperti diketahui, mantan politikus Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean dilaporkan oleh putri kedua mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK), Musjwirah Jusuf Kalla,  ke Polisi. Hal ini terkait cuitan di akun Twitternya, @FerdinandHaean3, yang diduga melakukan pencemaran nama baik dan fitnah.

Laporan ke Bareskrim Mabes Polri itu dilayangkan, Rabu (2/12), dan tertuang dalam Nomor:LP/B/0681/XII/2020/BARESKRIM tertanggal 2 Desember 2020.

Tidak hanya Ferdinand, Musjwirah juga melaporkan Rudi S Kamri.

"Saya atas nama anaknya Pak Jusuf Kalla melaporkan Ferdinand Hutahaean dan Rudi S Kamri atas tulisan-tulisan yang mereka buat. Tulisan tersebut mengganggu martabat kami, saya dan keluarga," tegas Musjwirah Jusuf Kalla  di Mabes Polri, Rabu (2/12).

Menurut Musjwirah ciuitann Ferdinand di media sosial tersebut telah menganggu hak asasi manusia. Karena cicitannya dianggap merendahkan martabat JK dan keluarga. Musjwirah merasa berhak melaporkan hal-hal yang menganggu hak asasinya dan keluarga. Ia mengaku, laporannya tersebut sudah atas persetujuan ayahnya.

"Saya yang punya keputusan atas sepengetahuan Jusuf Kalla," jelasnya.


Kemudian dalam laporannya, Musjwirah dan tim kuasa hukumnya telah melampirkan barang bukti seperti cuitan  di akun Twitter dan di media sosial lainnya. Ia tapi tidak menjabarkan secara detail terkait cuitan Ferdinand yang dipermasalahkan dan menyinggung bapaknya tersebut.

"Ada beberapa sudah dimasukkan. Seperti konten di Twitter, Facebook dan YouTube. Atas fitnah-fitnah mereka yang tulis," terang Musjwirah.

Sementara itu kuasa hukum Musjwirah,  Muhammad Ihsan, menyampaikan selain Ferdinand, kliennya juga melaporkan Rudi S Kamri. Rudi dianggap seperti Ferdinand yang menyampaikan secara terbuka pencemaran dan fitnah di media sosial.

"Kami sebagai tim kuasa hukum pada hari ini ada sekitar 50 pengacara dan kita sudah menganalisa dan sudah menyampaikan bukti-bukti kepada pihak kepolisian sehingga kemudian berdasarkan analisis dari kepolisian, laporan kami diterima," tutur Ihsan.

Cuitan terlapor diduga memuat unsur tindak pidana pencemaran nama baik melalui media elektronik dan atau pencemaran nama baik dan fitnah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 45 Ayat 3 Jo Pasal 27 ayat 3 UU 19/2016 tentang perubahan atas UU 11/2008 tentang informasi dan transaksi elektronik (ITE) dan atau Pasal 310 KUHP dan atau Pasal 311 KUHP.

 Sebelumnya Ferdinand mengatakan di akun Twitter miliknya terkait kehebatan tokoh CHaplin yang membawa uang sekoper untuk membereskan semua urusan di Arab Saudi. Menurut Ferdinand, langkah itu dilakukan Caplin untuk melancarkan agenda politik pada 2022 dan 2024.


"Hebat jg si Chaplin, bawa duit sekoper ke Arab, bayar ini itu beres semua. Agenda politik 2022 menuju 2024 sdh dipanasi lebih awal," kata Ferdinand di Twitter pada tanggal 4 November 2020 lalu. (Donald)

 

Mantan politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean mengaku bingung dengan laporan yang polisi dilayangkan putri mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK). Ia mengaku tak kenal dengan Musjwira JK putri JK itu..

Loading...

Related Post