Merasa Korban Fitnah, FPI Minta Usut Dalang Penyebar Fitnah Habib Rizieq Positif Corona

 Merasa Korban Fitnah, FPI Minta Usut Dalang Penyebar Fitnah Habib Rizieq Positif Corona
Sekretaris FPI Munarman
Editor : Donald Berita Anda — Rabu, 2 Desember 2020 12:58 WIB
terasjakarta.id


 

Pihak Front Pembela Islam bereaksi keras atas beredarnya dokumen hasil tes  swab yang menyebutkan Habib Rizieq Shihab positif corona. Dengan tegas mereka mengatakan  hasil yang beredar itu tidak benar alias hoaks.

Mereka pun menyebutkan isi dalam dokumen itu adalah sebuah fitnah terhadap imam besar FPI

"Dokumen itu palsu dan isinya fitnah," ujar Sekretaris  FPI Munarman.

 

Menurut Munarman,  Habib Rizieq telah menjadi korban fitnah melalui media sosial.  Seharusnya, aparat keamanan mesti menelusuri upaya fitnah tersebut dan menjerat pelaku dengan UU ITE.

"Harusnya aparat mengusut pemalsu-pemalsu seperti di atas, berdasar UU ITE. Itu harusnya yang dilakukan," katanya.

 Ia mengaku kesal dengan  aparat keamanan yang justru abai ketika Rizieq menjadi korban. Apalagi menurutnya Rizieq malah dianggap sebagai pelaku sehingga kerap terseret ke ranah hukum.

"Masak giliran HRS korban, didiamkan saja. Giliran beliau difitnah kok malah beliau yang diperkarakan. Hukum macam apa yang ada di republik ini?," tanyanya.

swab test itu beredar melalui WhatsApp pada Selasa (1/12) malam. Dalam foto laporan itu, tidak tampak nama laboratorium yang memeriksa hasil swab test Covid-19 milik Rizieq.

Hanya saja dalam laporan itu tertulis nama perusahaan Mer-C, sebuah organisasi kemanusiaan non-profit yang diketahui menjadi pihak yang melakukan swab test terhadap Rizieq.

Sebelumnya, Wali Kota Bogor Bima Arya mengaku tidak tahu apakah isi dokumen hasil tes swab kepada Habib Rizieq Shihab yang kini beredar di tengah masyarakat itu asli atau palsu.

Seperti diketahui, saat ini beredar dokumen di tengah masyarkat yang menyebutkan Imam besar Front Pembela Islam (FPI) positif Covid-19 atau corona

"Saya tidak tahu dan kami  tidak bisa pastikan itu asli apa palsu," kata Bima, Rabu (2/12).

Menurut Bima, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor telah mengecek surat dokumen itu ke data Satgas COVID-19. Hasilnya,  tidak ada data mengenai hasil swab Habib Rizieq.

Terkait itu, Wali Kota berharap  agar semua hasil tes swab dilaporkan. Bila tidak, lanjutnya, satgas tidak akan bisa melakukan langkah untuk melakukan penelusuran.

"Seharusnya semua hasil swab dilaporkan oleh lab atau RS (rumah sakit) ke aplikasi all record. Kalau tidak melaporkan, tidak bisa terdeteksi oleh satgas COVID," tandas dia. (Donald)

 

 

 

FPI menuding dokumen yang menyatakan Habib Rizieq positif Covid-19 (corona) adalah fitnah yang jeji

Loading...

Related Post