Gunung Semeru Luncurkan Awan Panas, Ratusan Warga Lumajang Mengungsi

Gunung Semeru Luncurkan Awan Panas, Ratusan Warga Lumajang Mengungsi
ist
Editor : Potan News — Selasa, 1 Desember 2020 17:13 WIB
terasjakarta.id 

Ratusan warga mengungsi setelah Gunung api Semeru mengeluarkan awan panas guguran. Gunung yang berada di Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur, mengeluarkan awan panas guguran pada Selasa (1/12/2020), pukul 01.23 WIB.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang sendiri melaporkan, hingga saat ini kurang lebih ada sebanyak 550 warga yang mengungsi.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 300 jiwa berada di pos pantau. Sementara sisanya di Desa Supiturang. Demikian dikatakan Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Dr. Raditya Jati.

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Lumajang mencatat sejumlah kebutuhan mendesak, seperti makanan siap saji, dapur umum dan masker.

Lokasi yang berpotensi terdampak aktivitas vulkanik yaitu Desa Supiturang, Desa Oro-oro Ombo dan Rowobaung di Kecamatan Pronojiwo, serta Desa Sumberwuluh di Kecamatan Candipuro. Sejumlah desa tersebut berada Kabupaten Lumajang.

Sinergi upaya penanganan darurat dilakukan oleh berbagai pihak. Penanganan darurat yang dipimpin oleh BPBD Kabupaten Lumajang membuka pos pengungsian lapangan di Kamar Kajang, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro.

PVMBG merekomendasikan beberapa poin sebagai berikut, pertama, masyarakat tidak melakukan aktivitas dalam radius 1 km dan wilayah sejauh 4 km di sektor lereng selatan-tenggara kawah aktif yang merupakan wilayah bukaan kawah aktif Gunung Semeru (Jongring Seloko) sebagai alur luncuran awan panas.

Sementara yang kedua, mewaspadai gugurnya kubah lava di Kawah Jongring Seloko.

Status aktivitas vulkanik Gunung Semeru berada pada level II atau ‘Waspada.’ Melihat secara kronologi, secara visual pada periode 1 Oktober hingga 30 November 2020, gunung api terlihat jelas hingga tertutup kabut. Teramati, asap kawah utama berwarna putih dan kelabu dengan intensitas tipis hingga sedang tinggi sekitar 50-500 meter dari puncak.

Erupsi terjadi terus menerus dan menghasilkan kolom erupsi berwarna kelabu, dengan tinggi maksimum 500 meter dari atas kawah/puncak. Namun guguran batuan dari arah puncak terjadi tidak secara menerus sejak 19 Oktober 2020.

Pada 28 November, terjadi kenaikan jumlah guguran secara signifikan diikuti oleh kejadian awan panas guguran yang berasal dari ujung lidah lava dengan jarak luncur maksimum 1 km ke sektor tenggara lereng.

Pada 1 Desember 2020 mulai pukul 01.23 WIB, teramati awan panas guguran dari kubah puncak, dengan jarak luncur 2 hingga 11 Km ke arah Besok Kobokan di sektor tenggara dari puncak Gunung Semeru.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Lumajang untuk mendapatkan perkembangan terkini paska awan panas guguran yang terjadi dini hari tadi.(adt)

Gunung Semeru Luncurkan Awan Panas Ratusan Warga Lumajang Mengungsi

Loading...

Related Post