Begini Awal Cerita Gilang Jadi Tukang Parkir

Begini Awal Cerita Gilang Jadi Tukang Parkir
Gilang Sabil Rahmadan, sebelum bekerja sebagai tukang parkir harus belajar terlebih dahulu (ist)
Editor : Potan News — Sabtu, 28 November 2020 08:42 WIB
terasjakarta.id

Gilang Sabil Rahmadan, bocah 11 tahun yang masih duduk di kelas 5 SDN Pondok Kelapa bercerita soal awal mula menjadi tukang parkir. Ia mengatakan terpaksa menjadi tukang parkir di sebuah rumah makan demi membantu kebutuhan keluarga dan menjadi tulang punggung keluarga.

Menurut Gilang, menjadi tukang parkir sudah dijalaninya hampir sebulan belakangan ini. Karena itu, ia pun diminta sang ibu untuk mengatur waktu agar pelajarannya tidak terganggu.

"Kalau nggak belajar nanti dimarahin sama mama, makanya sebelum jadi tukang parkir belajar dulu," kata Gilang, Jumat (27/11).

Untuk itu jelas Gilang, di masa pandemi ia juga harus tetap memfokuskan diri untuk belajar via daring seperti yang dilakukan anak-anak pada umumnya. Usai belajar, siang harinya ia pun membantu bersih-bersih di rumah dan tidur siang.

"Baru sore harinya, sekira pukul 15.00 habis Ashar, saya menjadi tukang parkir hingga pukul 9 malam," jelasnya. 

Selama enam jam bekerja menjadi tukang parkir, Gilang mengaku bisa mengantongi uang sebanyak Rp30 ribu sampai Rp50 ribu. Uang itu seluruhnya akan ia masukan ke dalam celengan agar bisa membayar kredit motor mendiang ayahnya yang meninggal pada Oktober kemarin.

"Kata mama kalau nggak dibayar motornya sayang, soalnya tinggal 13 kali lagi," ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan, seorang bocah berusia 11 tahun menjadi tukang parkir di sebuah rumah makan di Jalan Pondok Kelapa Raya, Duren Sawit, Jakarta Timur.

Hal itu menjadi viral di media sosial lantaran anak itu menjalankan aksinya untuk membayar kredit motor almarhum ayahnya, yang baru meninggal 40 hari lalu.

"Kalau nggak jadi tukang parkir nggak ada yang bantu mama cari uang," pungkasnya. 

Awal Cerita Gilang Tukang Parkir

Loading...

Related Post