Pergub 148/2017 Tentang Reklame Tidak Tepat Diterapkan Saat Ini

Pergub 148/2017 Tentang Reklame Tidak Tepat Diterapkan Saat Ini
ilustrasi (ist)
Editor : Potan News — Selasa, 24 November 2020 11:12 WIB
terasjakarta.id

Asosiasi Perusahaan Reklame Indonesia (Aprindo) menilai Peraturan Gubernur (Pergub) No 148/2017 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyelenggaraan Reklame tidak tepat diterapkan dalam kondisi ekonomi sulit masa pandemi covid-19 sekarang ini.


Ketua Umum Aprindo Ical Syamsudin mengatakan, pergub yang berisi pembatasan jenis reklame tersebut memiliki berbagai aturan yang pada intinya berat bagi pengusaha untuk menjalankannya.


Menurut Ical, dalam 8 bulan terakhir bisnis reklame sepi akibat pandemi. Sedangkan dalam pergub pengusaha dipastikan akan mengeluarkan modal besar guna mengganti jenis reklame ke dalam bentuk digital.

“Pergub itu mengatur kawasan penyelenggaraan reklame dibagi menjadi empat kawasan yaitu kawasan kendali ketat, kawasan kendali sedang, dan kawasan kendali rendah serta kawasan kendali khusus. Peraturan penyelenggaraan reklame di kawasan kendali ketat dibatasi hanya pada reklame-reklame yang menempel di dinding atau di atas gedung dan harus digital,” kata Ical, melalui keterangan tertulisnya, Selasa (24/11/2020).

Ical mengungkapkan, pembatasan jenis reklame di kawasan kendali ketat tersebut memberatkan dunia usaha reklame, terutama perusahaan-perusahaan yang belum mampu menyelenggarakan reklame digital.

"Bayangkan, biaya reklame digital itu investasinya sangat mahal dan produk nya 100 persen import sementara tidak sedikit pengusaha reklame kelas menengah dan bawah nyaris termarginalkan,” jelas Ical.

Untuk itu Ical berharap ada kebijakn baru yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah. Jangan sampai ada monopoli oleh pengusaha yang mampu dengan penyelenggara reklame.

“Jangan ada monopoli penyelenggara reklame karena akan menghambat investasi dan membuka ruang kongkalingkong yang terindikasi terjadinya korupsi dilakukan antara pengusaha dengan oknum ASN terkait," pungkasnya.



Pergub 148/2017 Reklame Tidak Tepat Diterapkan Saat Ini

Loading...

Related Post