Tidak Peka Pada Persoalan, FPPJ: Masyarakat Minta Walkot Jaktim di Evaluasi

Tidak Peka Pada Persoalan, FPPJ: Masyarakat Minta Walkot Jaktim di Evaluasi
Ketua Umum Forum Pemuda Peduli Jakarta (FPPJ) Edriansyah
Editor : Potan News — Selasa, 24 November 2020 10:33 WIB
terasjakarta.id

Masyarakat menilai kinerja Walikota Jakarta Timur Anwar saat ini kurang maksimal dalam memimpin dan perlu dilakukan evaluasi.

Desakan itu di sampaikan Forum Pemuda Peduli Jakarta (FPPJ). Ketua Umum FPPJ Edriansyah mengatakan, pihaknya mendapat masukan dari masyarakat soal kinerja walikota yang tidak ada terobosan yang signifikan bagi masyarakat Jakarta timur.

"Kami dari FPPJ mendapat masukan dari warga soal kinerja walikota. Masyarakat Jakarta Timur sudah tidak percaya dengan kepemimpinan beliau. Nah, untuk kita berharap ada evaluasi dari pemerintah daerah dalam hal ini gubernur," kata Edriansyah dalam keterangan tertulisnya, Selasa (24/11/2020).

Pria akrab disapa Rian ini menyebut walikota Jakarta Timur sudah tidak lagi menjalin hubungan baik dengan masyarakat maupun berbagai organisasi kepemudaan yang pada prinsipnya sebagai bagian dari fungsi untuk  memajukan wilayah. 

"Secara komunikasi dengan berbagai ormas dan lembaga kepemudaan juga kurang berjalan secara signifikan sungguh sangat riskan seorang Walikota harus mempunyai jiwa pemimpin yang kurang bagus," kata Rian.

Hal lain kata Rian, walikota Jaktim sering mendapat tuntutan dari masyarakat, yakni banyak unjuk rasa. Apabila hal itu terus berlangsung, ia kuatir akan mengganggu kinerja di lingkungan pemerintah Jaktim. 

"Bahkan belum lama ini kan beliau juga di demo oleh salah satu ormas yang ada di DKI Jakarta dengan berbagai macam masalah dan problematika yang ada di kotamadya Jakarta timur  yang sekarang beliau pimpin sangat riskan sekali," sambung Rian.

Untuk itu jelas Rian, FPPJ menginginkan kepemimpinan Anwar sebagai walikota Jakarta timur sudah layak di evaluasi karena berbagai persoalan dan problematika kepemimpinan.

"Ada beberapa kasus di kotamadya Jakarta Timur salah satunya mengenai sarana dan prasarana dan utilitas (PSU) yang belum diambil oleh Pemkot Jakarta Timur, ada juga dalam 4 hari, 3 kasus turap longsor di Jaktim dan Anwar selaku walikota Jakarta timur tidak turun kebawah untuk memantau apa yang terjadi di lapangan," ujar Rian.

"FPPJ akan terus menyuarakan dan mengawal aspirasi masyarakat bawah yang kami anggap mewakili suara hati mereka dan kurang bisa menyentuh masyarakat kecil," pungkasnya. 





Tidak Peka Persoalan FPPJ Walkot Jaktim Evaluasi

Loading...

Related Post