Rapat Paripurna Pengesahan APBD-P 2020, Haji Rasyidi Interupsi Ingatkan Anies Protokol Kesehatan

Rapat Paripurna Pengesahan APBD-P 2020, Haji Rasyidi Interupsi Ingatkan Anies Protokol Kesehatan
Anggota Fraksi PDI Perjuangan, Haji Rasyidi
Editor : Potan Rumah Rakyat — Senin, 16 November 2020 18:34 WIB
terasjakarta.id


DPRD DKI Jakarta menggelar rapat paripurna Raperda Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan atau APBD-P DKI 2020. Rapat tersebut digelar di gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (16/11/2020).

Rapat Paripurna itu dipimpin langsung oleh Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetio Edi Marsudi dan dihadiri Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria. 

Disela-sela rapat, Anggota Fraksi PDI Perjuangan Haji Rasyidi melakukan interupsi. Dalam interupsinya Haji Rasyidi meminta Gubernur Anies serius dalam menegakkan aturan protokol kesehatan di Jakarta. 

Haji Rasyidi yang juga menjabat sebagai Ketua DPD Baitul Muslimin DKI Jakarta itu menyampaikan soal kepemimpinan. Menurutnya, seorang pemimpin harus profesional termasuk adil dalam menerapkan aturan PSBB masa transisi. 

"Apabila sesuatu kepemimpinan tidak  dikelola orang profesional, maka akan mendapat hasil yang tidak baik dan akan merugikan semua pihak," kata Haji Rasyidi kepada wartawan, usai sidang paripurna, di gedung DPRD DKI, Senin. 

"Kita meminta kepada gubenur untuk  membuat hukum yang benar dalam  penegakan protokol kesehatan. Itu sangat perlu agar jangan tidak ada kesan tebang pilih," tambahnya.

Untuk diketahui, pengesahan Raperda menjadi Perda tersebut didahului dengan pembacaan Laporan Hasil Pembahasan Banggar DPRD DKI terhadap Raperda tersebut yang dibacakan oleh anggota Banggar dari Fraksi PKS Abdul Aziz.

Dari laporan tersebut diketahui kalau nilai APBD Perubahan DKI Jakarta 2020 turun 13,9% dari APBD Penetapan 2020, sehingga APBD Perubahan 2020 turun menjadi Rp63,23 triliun dari Rp87,95 triliun. 

Penurunan tersebut diakibatkan turunnya pendapatan dari Rp82,19 triliun pada APBD Penetapan, menjadi Rp57,06 triliun. 

Meski  demikian, keuangan DKI terbantu oleh cairnya dana cadangan yang tidak dianggarkan pada APBD Penetapan, menjadi Rp1,4 triliun pada APBD Perubahan; dan naiknya angka pinjaman daerah dari sebesar Rp260 miliar pada APBD Penetapan, menjadi Rp3,56 pada APBD Perubahan. 



Rapat Paripurna Pengesahan APBD-P 2020 Haji Rasyidi Interupsi Anies Protokol Kesehatan

Loading...

Related Post