APBD-P 2020 DKI Rp63,23 Triliun Turun 13,9 Persen

APBD-P 2020 DKI Rp63,23 Triliun Turun 13,9 Persen
Editor : Potan Balaikota — Senin, 16 November 2020 17:57 WIB
terasjakarta.id

DPRD DKI Jakarta secara resmi telah mensahkan Rancangan Peraturan Daerah (Reperda) Anggaran Belanja dan Belanja Daerah Perubahan (APBDP) DKI Jakarta tahun anggaran 2020 dalam sidang paripurna di Gedung Dewan, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (16/11/2020). 

Pengesahan tersebut disampaikan melalui rapat paripurna yang dipimpin langsung Ketua DPRD DKI Prasetio Edy Marsudi dan dihadiri Gubernur DKI Anies Baswedan serta Wakil Gubernur Ahmad Riza Patria. 

Pengesahan Raperda menjadi Perda tersebut didahului dengan pembacaan Laporan Hasil Pembahasan Banggar DPRD DKI terhadap Raperda tersebut yang dibacakan oleh anggota Banggar dari Fraksi PKS Abdul Aziz. 

Dari laporan tersebut diketahui kalau nilai APBD Perubahan DKI Jakarta 2020 turun 13,9% dari APBD Penetapan 2020, sehingga APBD Perubahan 2020 turun menjadi Rp63,23 triliun dari Rp87,95 triliun. 

Penurunan tersebut diakibatkan turunnya pendapatan dari Rp82,19 triliun pada APBD Penetapan, menjadi Rp57,06 triliun. 

Meski  demikian, keuangan DKI terbantu oleh cairnya dana cadangan yang tidak dianggarkan pada APBD Penetapan, menjadi Rp1,4 triliun pada APBD Perubahan; dan naiknya angka pinjaman daerah dari sebesar Rp260 miliar pada APBD Penetapan, menjadi Rp3,56 pada APBD Perubahan. 

Setelah laporan dibacakan, Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi sebagai pimpinan sidang menanyakan kepada anggota Dewan yang hadir tentang apakah Raperda dapat disetujui? Seluruh anggota menjawab setuju. 

Pimpinan DPRD dan Gubernur Anies Baswedan lalu menandatangani Raperda APBD Perubahan 2020 yang sudah disahkan menjadi Perda, dan Perda tersebut kemudian diserahkan kepada Anies. 

Pengesahan ini sebenarnya melanggar pasal 179 ayat (1) PP Nomor 12 Tahun 2019, karena pasal ini mengamanatkan bahwa batas waktu pengambilan keputusan Perda tentang perubahan APBD paling lambat tiga bulan sebelum tahun anggaran berakhir atau pada akhir September. 

APBD-P 2020 DKI Rp63 23 Triliun Turun 13 9 Persen

Loading...

Related Post