Sewa Lahan Mahal, 25 Persen Pengusaha Warteg Keluar Jakarta

Sewa Lahan Mahal, 25 Persen Pengusaha Warteg Keluar Jakarta
ilustrasi warteg (ist)
Editor : Potan Jakarta Food — Jumat, 13 November 2020 07:01 WIB
terasjakarta.id

Tingginya biaya sewa lahan tempat berjualan di Jakarta mengakibatkan sebanyak 10.000 pedagang Warung Tegal (Warteg) pindah keluar Jakarta. 

Ketua Koordinator Komunitas Warung Tegal Nusantara (Kowantara) Mukroni mengungkapkan, para pedagang memutuskan untuk pindah lokasi berdagang ke kawasan Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Bodetabek) yang harga sewa lahan usaha lebih murah dari Jakarta. 

"Kami mencatat jumlah pedagang warteg di Jabodetabek ada 40.000. Lalu sekitar 25% atau 10.000 pedagang yang berjualan di Jakarta memutuskan untuk pindah ke Bodetabek karena mencari harga sewa kontrakan yang lebih murah," kata Mukroni, Kamis (12/11/2020).

Dia menjelaskan, harga sewa kontrakan untuk mereka berjualan di Jakarta itu tarifnya cukup mencekik para pedagang. Kata dia, rata-rata kontrakan di Ibu Kota untuk berdagang itu harganya kisaran Rp100 juta per tahun.

"Rata-rata sekarang harga kontrakan di Jakarta Rp100 juta, makanya kini mereka pindah cari lokasi yang lebih murah," ujarnya.

Dia menyebut, penyebab utama para pedagang di Jakarta itu pindah dan ada yang bebeberapa gulung tikar karena adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan banyaknya kantor yang tutup.

"Penyebabnya karena adanya PSBB pada bulan April dan kantor-kantor juga pada tutup, sehingga yang biasanya pegawai makan di warteg, sekarang tidak ada," tutupnya. 

Sewa Lahan Mahal Pengusaha Warteg Keluar Jakarta

Loading...

Related Post