Lintas Generasi Aktivis Jakarta Gelar Tasyakuran 2 Tahun Gelar Pahlawan AR Baswedan

Lintas Generasi Aktivis Jakarta Gelar Tasyakuran 2 Tahun Gelar Pahlawan AR Baswedan
ist
Editor : Potan News — Rabu, 11 November 2020 10:40 WIB
terasjakarta.id

Dalam peringatan Hari Pahlawan, 10 November 2020, Lintas Generasi Aktivis Jakarta menggelar acara Tasyakuran 2 Tahun Gelar Pahlawan Abdurrahman Baswedan di Hotel Grand Cempaka, Jakarta Pusat, Selasa (10/11/2020) malam. 

Dalam acara yang dihadiri 50 aktivis Jakarta ini, AR Baswedan dinilai mirip dengan karakter cucunya yang sekarang menjadi Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Hal ini diutarakan Ketua Majelis Nasional Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Didi Supriyadi  saat memberikan testimoni.

"Semasa hidup, AR Baswedan bukan hanya pernah berprofesi sebagai wartawan, tapi juga mubaligh, diplomat dan sastrawan. AR Baswedan itu orang yang keras kepala dan jago diplomasi. Anies juga begitu," ujar Didi, di lokasi. 

Sejumlah aktivis yang terlihat dalam acara itu, M Rico Sinaga, Amir Hamzah, Ivan Paravat, Ahmad Sulhy dan lainnya ini tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Tasyakuran 2 Tahun Gelar Pahlawan Abdurrahman Baswedan ini digagas secara spontan.

"Acara ini digagas secara spontan, dari hasil kami, para aktivis, ngobrol-ngobrol. Ide membuat tasyakuran 2 tahun Abdurrahman Baswedan ini dari Bang Rico Sinaga (ketua Aliansi Masyarakat Jakarta," kata Ivan Parapat, panitia acara yang juga ketua Jakarta Procurement Monitoring (JPM). 

Ia menjelaskan, AR Baswedan merupakan seorang wartawan sekaligus mubaligh yang dikenal sangat jago berdiplomasi, sehingga namanya dicatat sejarah sebagai salah satu diplomat pertama Indonesia. Bahkan, berkat sosok ini, Republik Indonesia berhasil mendapatkan pengakuan de jure dan de facto pertama  dari Mesir.

"Figur pahlawan nasional ini merupakan sosok yang inspiratif dan dapat menjadi teladan bagi semua anak bangsa di negara ini bahwa untuk dapat menjadi orang yang berarti bagi bangsa dan negara bisa datang dari latar belakang apa saja, asalkan punya kemauan, keberanian dan nasionalisme," imbuhnya. 

Anies Baswedan tak hadir dalam acara ini karena menurut panitia, Anies memang sengaja tidak diundang untuk menepis anggapan kalau acara ini sengaja digelar untuk mencari muka kepada Anies.

Acara ini, tegas Ivan, murni dalam rangka memperingati Hari Pahlawan demi menghargai dan menghormati perjuangan mereka, karena berkat para pahlawan juga lah bangsa Indonesia menjadi bangsa yang mereka, lepas dari belenggu penjajahan bangsa asing. 

Dari biografi AR Baswedan yang ditampilkan dalam acara ini diketahui kalau kakek Gubernur Anies Baswedan itu lahir pada 9 September 1908 di Surabaya, Jawa Timur, dan wafat pada 16 Maret 1986 dalam usia 77 tahun. AR Baswedan dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan. 

AR Baswedan diusulkan menjadi Pahlawan Nasional pada 2011 oleh aktivis di Yogyakarta, dan baru dinobatkan sebagai Pahlawan Nasional oleh pemerintah pada 8 November 2018.

AR Baswedan juga tercatat pernah menjadi anggota Badan Penyelidik Usaha dan Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI), Wakil Menteri Muda Penerangan RI pada Kabinet Sjahrir, anggota Badan Pekerja Komite Nasional Indonesia Pusat (BP-KNIP), anggota Parlemen, dan anggota Dewan Konstituante. 

Ketua Aliansi Masyarakat Jakarta, M Rico Sinaga berharap, sosok AR Baswedan dan Anies Baswedan dapat memotivasi anak-anak Indonesia, khususnya anak-anak Jakarta, agar di masa depan bermunculan AR Baswedan - AR Baswedan atau Anies Baswedan - Anies Baswedan yang lain. Sehingga, Indonesia akan lebih terpandang di mata dunia, karena Anies pun memiliki prestasi yang tak kalah kinclong dengan kakeknya. 

Selain sedang menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022, Anies telah menjadi rektor di Universitas Paramadina dalam usia 38 tahun.  Dia juga pernah meraih berbagai penghargaan di tingkat internasional,  antara lain
1. Gerald Maryanov Award dari Departemen Ilmu Politik Universitas Northern Illinois pada 2004;
2. Masuk daftar 100 Intelektual Publik Dunia versi Majalah Forign Policy pada 2008, disejajarkan dengan tokoh dunia seperti Noam Chomsky (tokoh perdamaian), para penerima nobel seperti Shirin Ebadi, Al Gore, Muhammad Yunus, dan Amartya Sen;
3. Young Global Leaders dari World Economic Forum pada 2009; 
4. Masuk daftar 20 Tokoh Pembawa Perubahan Dunia versi majalah Foresight pada 2011;
5. PASIAD Education Award dari The Association of Social and Economic Solidarity with Pacific Countries (PASIAD) kategori Pendidikan dari Pemerintah Turki pada 2010;
6. Nakasone Yasuhiro Award pada 2010. Penghargaan ini diberikan kepada orang-orang visioner yang membawa perubahan dan memiliki daya dobrak, demi tercapainya abad 21 yang lebih cerah. 
7. Masuk daftar 500 Muslim Berpengaruh di Dunia versi The Royal Islamic Strategic Studies Center, Jordania pada 2010.

Aktivis Jakarta Gelar Tasyakuran Gelar Pahlawan AR Baswedan

Loading...

Related Post