KPK Periksa Rudy Wahab Kasus Gratifikasi Rahmat Yasin

KPK Periksa Rudy Wahab Kasus Gratifikasi Rahmat Yasin
ist
Editor : Potan News — Senin, 9 November 2020 20:11 WIB
terasjakarta.id


Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah memeriksa Rudy Wahab saksi kasus perkara dugaan tindak pidana korupsi pemotongan uang dan gratifikasi mantan Bupati Bogor, Rahmat Yasin. 

Rudy yang diperiksa KPK selama hampir 3 jam mengaku, pemeriksaan terhadap dirinya seputar hibah tanah yang di Bogor yang diberikan kepada Rahmat Yasin. 

“Iya tadi saya ditanya soal hibah tanah yang di Bogor, rencananya (Rachmat Yasin/mantan Bupati Bogor) saat itu mau bikin semacam (Kota Santri), saya justru yang menghibahkan tanah seluas 20 hektar, namun sekarang (Kota Santri) sudah enggak mungkin (terwujud),” kata Rudy Wahab kepada wartawan di Gedung KPK Merah Putih, Jalan Kuningan Persada, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (9/11/2020). 

Menaggapi pemeriksaan itu, Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara KPK Bidang Penindakan Ali Fikri mengatakan pemeriksaan Rudy Wahab itu terkait kasus korupsi diduga terkait pemotongan uang dan gratifikasi atas nama tersangka Rachmat Yasin, mantan Bupati Bogor, Jawa Barat (Jabar) periode masa jabatan 2008 hingga 2014. 

“Yang bersangkutan (Rudy Wahab/wiraswasta) diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk tersangka RY (Rachmat Yasin) terkait kasus perkara dugaan tindak pidana korupsi pemotongan uang dan gratifikasi mantan Bupati Bogor," kata Ali Fikri.

Tersangka Rachmat sebelumnya diduga telah meminta, menerima atau memotong pembayaran dari beberapa satuan kerja perangkat daerah (SKPD) sebesar Rp8.93 miliar.

Uang tersebut diduga digunakan untuk biaya operasional Rachmat dan kebutuhan kampanye pemilihan kepala daerah dan pemilihan anggota legislatif yang diselenggarakan pada tahun 2013 dan 2014.

Tersangka Rachmat diduga menerima gratifikasi berupa tanah seluas 20 hektar di Jonggol, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. 

Gratifikasi itu diduga untuk memperlancar perizinan lokasi pendirian pondok pesantren dan Kota Santri serta menerima gratifikasi berupa mobil Toyota Alphard Vellfire senilai Rp825 juta dari pengusaha.

Gratifikasi tersebut diduga berhubungan dengan jabatan tersangka dan berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya serta tidak dilaporkan ke KPK dalam waktu paling lambat 30 hari kerja atau satu (1) bulan.

Tersangka Rachmat disangkakan telah melanggar Pasal 12 Huruf f dan Pasal 12 B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHP (Kitab Undang-Undang Hukum Pidana). (imr)

KPK Rudy Wahab Gratifikasi Rahmat Yasin

Loading...

Related Post