MUI Desak Pemerintah Panggil Dubes Perancis Terkait Pernyataan Macron

MUI Desak Pemerintah Panggil Dubes Perancis Terkait Pernyataan Macron
ist
Editor : Potan News — Selasa, 27 Oktober 2020 10:21 WIB
terasjakarta.id

Usai pembunuhan atas seorang guru di Prancis akibat ulahnya mempertontonkan gambar Nabi Muhammad SAW, Presiden Macron banjir kritik dari umat islam, termasuk Majelis Ulama Indonesia (MUI). Macron dinilai telah mendukung Islamofobia secara tidak langsung.

“Presiden Macron kebanjiran kritik dari umat Islam dunia karena ia menganggap bahwa bahwa umat Islam perlu belajar toleransi saat berada di negara yang anti-intoleransi seperti Prancis. MUI menilai bahwa Macron secara tak langsung telah mendukung gerakan Islamphobia,” kata Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan MUI, Muhyiddin Junaidi, dalam keterangannya, Senin (26/10/2020).

MUI meminta Menlu RI segera memanggil Dubes Prancis untuk Indonesia guna mendapatkan klarifikasi dan penjelasan komprihensif terkait sikap Pernyataan Presiden Macron.

Guru yang dipenggal oleh seseorang lantaran guru itu menunjukkan kartun Nabi Muhammad SAW yang dibuat oleh pihak Charlie Hebdo. MUI mengkritik sikap Macron terhadap Charlie Hebdo karena Macron mengecam pembunuhan terhadap pihak Charlie Hebdo.

“Bahkan kecaman beliau terhadap pelaku pembunuhan atas wartawan tabloid Charlie Hebdo telah menempatkan Macron sebagai pempimpin Eropa yang mendukung tumbuh suburnya gerakan Islamofobia,” paparnya.

MUI menilai, Prancis adalah negara kolonialis yang rasis dan kejam terhadap warga jajahannya, terutama di Afrika. Karena itu, Muhyiddin menyarankan agar Macron belajar dari Kanselir Jerman Angela Merkel dalam menyikapi perbedaan.

“Ternyata pernyataan Macron tentang Islam/umat Islam sebagai ‘main trigger’ di banyak kasus kekerasan di dunia, terutama jika umat Islam mayoritas, ini sangat berbahaya, seakan menyamakan Islam agama kekerasan dan intoleran,” paparnya.

Muhyiddin menyinggung pertumbuhan orang kulit putih yang pindah agama ke Islam di Prancis. Ia mengklaim jumlahnya terus bertambah 20 ribu orang per tahun. 8 Juta muslim Prancis punya andil besar membangun Prancis, termasuk kontribusi pemain sepakbola muslim.

Sebelumnya, seorang guru dipenggal di Prancis, pada Jumat (16/10/2020) lalu. Macron kemudian tampil membela sang guru. Dia menyebut pemenggalan itu adalah ulah teroris. Macron mengatakan guru itu dibunuh karena ia “mengajarkan kebebasan berekspresi”.


MUI Pemerintah Dubes Perancis Macron

Loading...

Related Post