Kemenhub Tidak Wajibkan Penumpang Kapal Laut dan Bus Lakukan Rapid Test

Kemenhub Tidak Wajibkan Penumpang Kapal Laut dan Bus Lakukan Rapid Test
ilustrasi (ist)
Editor : Potan Biz Up — Selasa, 27 Oktober 2020 09:24 WIB
terasjakarta.id

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tidak lagi menjadikan rapid test sebagai syarat untuk naik transportasi umum melalui jalur darat. Hal itu berlaku khususnya untuk angkutan bus dan kapal penyeberangan ke lintas daerah.

"Sekarang kalau menggunakan transportasi darat itu kami tidak menerapkan menyangkut rapid test," kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Budi Setyadi dalam webinar MarkPlus Government Roundtable, Senin (26/10/2020).

Namun, aturan di atas dikecualikan untuk tujuan ke Bali. Sebab, tingkat kasus Corona di wilayah tersebut masih tinggi.

menuju ke Bali, karena di Bali sekarang kalau kita lihat datanya masih menunjukkan peningkatan terus-menerus. Jadi dengan demikian Pak Gubernur Bali perlu mengamankan kondisi Bali terutama masyarakatnya dari penularan masyarakat yang dari Jawa," ucapnya.

Bagi masyarakat yang menuju ke Bali menggunakan jalur darat, akan diminta untuk menunjukkan hasil rapid test di Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk. Namun khusus untuk rute lainnya, Budi memastikan syarat rapid test di transportasi darat sudah tidak diberlakukan.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menegaskan tingkat keterisian transportasi udara yakni pesawat akan tetap 70% dari kapasitas penuh. Meskipun, ada libur panjang pada akhir Oktober mendatang.

"Tingkat okupansi pesawat 70% dipertahankan," kata Budi Karya dalam kesempatan yang sama.

Kemenhub Tidak Wajibkan Penumpang Kapal Laut dan Bus Rapid Test

Loading...

Related Post