Taufik Minta Semua Pihak Harus Paham Sebelum Komentar Soal Rapat di Cipayung Bogor

Taufik Minta Semua Pihak Harus Paham Sebelum Komentar Soal Rapat di Cipayung Bogor
foto terasjakarta.id
Editor : Potan News — Jumat, 23 Oktober 2020 18:02 WIB
terasjakarta.id

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Mohammad Taufik mengatakn, pemilihan rapat pembahasan APBD perubahan di Puncak dikarenakan Jakarta sedang mengalami masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi yang salah satu aturannya bahwa kapasitas perkantoran hanya 50 persen.

Hal tersebut disampaikan Taufik dalam menanggapi adanya yang menyebut rapat itu tidak berkualitas dan dilakukan secara tergesa-gesa. 

Menurut Taufik, pihaknya memastikan pembahasan perubahan APBD DKI Jakarta tahun 2020 tetap berjalan sesuai seperti rapat di gedung DPRD. Bahkan, ia membantah pembahasan APBD itu hanya sehari saja. Rapat diagendagakan secara marathon hingga 13 November mendatang.

"Yang bilang hanya sehari, nggak paham dia. Kemarin itu rapat awal untuk membahas Kebijakan Umum Perubahan Anggaran-Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUPA-PPAS) Perubahan APBD Tahun Anggaran 2020 sampai besok Senin (26/10). Rencananya, pada Selasa (27/10) agenda paripurna kesepakatan KUPA-PPAS bersama gubernur. Pokoknya 14 November diharapkan tuntas," kata Taufik, pada awak media di gedung DPRD DKI Jakarta Pusat, Jum'at (23/10/2020).

Taufik menjelaskan, rapat paripurna KUPA-PPAS akan dilakukan di ruang rapat paripurna gedung DPRD DKI Jakarta. Setelah itu, katanya, komisi-komisi DPRD akan membahas lebih detail rancangan APBD Perubahan 2020 bersama Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait. Pembahasan ini kembali dilakukan di Hotel Grand Cempaka Resort, Cipayung, Bogor.

"Ini kan karena Covid-19, kondisi darurat. Toh kemarin juga ada keputusan Menteri Dalam Negeri yang menyatakan pemerintah daerah bisa melakukan pergeseran anggaran. Dan itu sudah dilakukan, contohnya dana Belanja Tak Terduga. Nah, dalam Perubahan APBD 2020 ini, pergeseran anggaran itu ditetapkan," jelas Taufik.

"Di puncak itu kan luas, punya Pemprov DKI Jakarta. Apalagi semua mengikuti protokol kesehatan. Nanti pembahasan APBD-nya per komisi. Jadi tersebar gitu, tidak berkerumun. Setiap tempat duduk anggota dewan itu pakai sekat plastik mika. Sudah sangat bagus itu Novi (Dirut PT Jakarta Tourisindo, Novita Dewi yang mengelola hotel Grand Cempaka Resort), sangat mematuhi protokol kesehatan," pungkasnya.



Taufik Semua Pihak Sebelum Komentar Rapat di Cipayung Bogor

Loading...

Related Post