Pakar: Masa Transisi PSBB Warga Jangan Lengah 

Pakar: Masa Transisi PSBB Warga Jangan Lengah 
ilustrasi (ist)
Editor : Potan News — Jumat, 5 Juni 2020 13:24 WIB
terasjakarta.id

DKI Jakarta mulai menerapkan kebijakan masa transisi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) menuju New Normal. Dalam masa transisi ini, sejumlah aturan di PSBB mulai dilonggarkan seperti dinormalkannya kembali sektor perekonomian dan transportasi dengan catatan tetap memperhatikan protokoler kesehatan.

Epidemiolog asal Universitas Airlangga (Unair) Laura Navika Yamani mengimbau agar masyarakat khususnya warga Jakarta tidak lengah selama masa transisi. Tak hanya itu, sambungnya, pemerintah juga diminta untuk terus gencar menggelar rapid tes maupun tes swab selama masa transisi menuju New Normal.

"Intinya tidak boleh lengah di masa transisi dan PSBB harus tetap melakukan pemeriksaan yang masif untuk menemukan kasus-kasus, jangan sampai kelompok rentan akan menjadi korban dan harus bisa melindungi kelompok rentan," ujar Laura, Jumat (5/6).

Laura masih belum dapat memprediksi tingkat resiko penularan Corona Virus Disease (Covid-19) selama masa transisi. Kata dia, hal itu bisa terjawab setelah adanya pengawasan serta evaluasi dalam penerapan kebijakan masa transisi PSBB menuju New Normal.

"Bisa dijawab ketika monitoring atau pengawasan terus dilakukan. Baik masa transisi PSBB dan menghadapi new normal harus mengevaluasi kondisi penyebaran kasus," terangnya.

Laura menekankan sejumlah pelonggaran aturan dalam masa transisi harus tetap dilakukan dengan hati-hati. Utamanya, ihwal penerapan protokoler kesehatan seperti memakai masker dan jaga jarak dalam berkomunikasi.

"Jadi memang pelonggaran harus dilakukan secara hati-hati, dan selalu di monitoring dan evaluasi agar hal-hal yang tidak diinginkan seperti pelonjakan kasus terjadi. Ini akan berdampak buruk kembali," bebernya.

Penerapan PSBB masa transisi di DKI Jakarta sendiri diputuskan setelah adanya penurunan jumlah kasus positif Covid-19 dalam beberapa bulan terakhir. Nantinya, kata Laura, pemerintah wajib melakukan evaluasi kembali setelah adanya penerapan masa transisi PSBB menuju New Normal.

"Kalau di DKI sendiri disampaikan penurunan stabil sampai 2 minggu yang menjadi alasan sehingga tahapan transisi, hasilnya bisa digunakan untuk evaluasi apakah pelonggaran pergerakan manusia akan mempengaruhi jumlah kasus," katanya. 

Masa Transisi PSBB Jangan Lengah 

Loading...

Related Post