Peneliti Spanyol: Waspada Luka di Kaki Dapat Terinfeksi Covid-19

Peneliti Spanyol: Waspada Luka di Kaki Dapat Terinfeksi Covid-19
ist
Editor : Potan News — Rabu, 15 April 2020 11:56 WIB
terasjakarta.id


Sebuah penelitian di Spanyol mengungkap, para dokter menemukan gejala-gejala baru deteksi virus corona. Diakui, gejala Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) sangat bervariasi, sebuah tim ahli di Spanyol kemudian sedang menyelidiki apakah penderita virus dapat diidentifikasi sejak dini melalui luka di kaki mereka.

Penelitian dilakukan dengan harapan, bisa membantu mendiagnosis mereka yang tidak menujukkan gejala umum terinfeksi Covid-19. 

Dewan Umum Resmi Podiatrist Colleges Spanyol mengeluarkan pernyataan bahwa beberapa pasien Covid-19 telah menunjukkan luka pada kaki mereka, mirip dengan cacar air atau campak.

Badan profesional itu mengatakan banyak kasus di mana pasien Covid-19 memiliki luka pada kaki. Pasien dengan gejala itu ditemukan di Italia, Prancis dan Spanyol.

Gejala itu jadi sebuah "temuan aneh" yang telah disaksikan oleh ahli kulit dan ahli penyakit kaki. Gejala ini telah terdeteksi terutama pada remaja dan anak-anak. Namun beberapa orang dewasa juga mengalami luka di kaki.

"Mereka (pasien Covid-19) miliki lesi ungu (sangat mirip dengan cacar air, campak atau chilblains) yang biasanya muncul di jari kaki dan biasanya sembuh tanpa meninggalkan bekas," bunyi pernyataan itu, dilansir dari laman news.com.au, Rabu (15/4/2020).

Sementara badan medis memperingatkan bahwa, karena waktu yang singkat sehingga masih tidak dapat berbicara tentang bukti ilmiah gejala itu. Gejala itu mendorong podiatris untuk waspada terhadap kemungkinan gejala Covid-19.

Itu terjadi setelah Federasi Internasional Podologis merilis sebuah artikel yang baru-baru ini melaporkan salah satu kasus pertama dari gejala ini. Luka muncul di kaki seorang anak laki-laki berusia 13 tahun pada tanggal 8 Maret yang awalnya dianggap disebabkan oleh gigitan laba-laba. Namun, remaja itu kemudian didiagnosis dengan Covid-19 setelah mengalami gejala penyakit.

Peneliti Spanyol Waspada Luka Covid-19

Loading...

Related Post