Pakai Baju Jokowi dan Dikeroyok, Sandiaga: Pelaku Harus Ditindak

Pakai Baju Jokowi dan Dikeroyok, Sandiaga: Pelaku Harus Ditindak
foto istimewa
Editor : Potan RI-1 — Rabu, 3 April 2019 15:08 WIB
terasjakarta.id



Seorang perempuan bernama Yuli Wijaya yang dikeroyok massa kampanye Capres Prabowo Subianto di Jawa Tengah lantaran mengenakan baju capres petahana Joko Widodo (Jokowi). 

Cawapres 02 Sandiaga Uno meminta agar aparat kepolisian segera menindaklanjuti kasus pengeroyokan tersebut. Sandi sekaligus mengajak agar para pendukung agar bisa saling menghargai perbedaan dalam pemilihan paslon di Pilpres 2019.

"Ya itu tentunya pihak yang berwajib harus menanganinya, kita jangan berprasangka, berspekulasi. Tapi saya sudah sampaikan dari awal, Pemilu ini Pilpres, Pileg ini adalah pesta demokrasi, kita hargai perbedaan kita, mau pakai baju," ujar Sandiaga di Taman Buah Mekarsari, Cileungsi, Bogor, Jawa Barat, Rabu (3/4).

Sandiaga mengungkapkan bahwa dirinya juga beberapa kali melihat adanya perbedaan dukungan di antara masayarakat. Namun begitu, dia mengimbau agar masyarakat bisa saling merangkul bukan justru membuat perbedaan menjadi perpecahan.

"Ini adalah esensi dari demokrasi kita dan kita harus jaga kondusifitas. Ini tinggal 13 hari lagi, mari kita jaga sekondusif mungkin sehingga damai dan pemilu ini berlangsung jujur dan adil dan sukses untuk semua," kata Sandiaga.

Yuli Wijaya babak belur dan kepalanya robek karena dikeroyok di kampanye Prabowo subianto - Sandiaga Uno di Lapangan Kemiri, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, Selasa (2/4/2019) kemarin. Yuli digebuki karena pakai baju bergambar Jokowi.

Pengeroyokan yang terjadi di Jalan Purworejo-Yogyakarta di Desa Krendetan, Bagelen, Kabupaten Purworojo tersebut mengakibatkan korban Yuli Wijaya (28) warga Dukuh Sarangan, Desa Krendetan, Kecamatan Bagelen mengalami luka di bagian kepala.



Pakai Baju Jokowi dan Dikeroyok Sandiaga: Pelaku Harus Ditindak

Loading...

Related Post