Sesar Baribis Lintasi Jakarta, Waspada Bisa Terjadi Gempa Mirip di Cianjur

Rabu, 23 November 2022 06:29 WIB

Share
Sesar baribis yang berwarna merah
Sesar baribis yang berwarna merah

JAKARTA, TERASJAKARTA.CO.ID

Gempa 5,6 Magnitudo di Cianjur yang menewaskan 268 jiwa berasal dari sesar Cimandiri. Lalu apakah sesar baribis yang melintas di Jakarta juga berbahaya?

Dari data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) diperoleh informasi bahwa Sesar Baribis di wilayah selatan Jakarta sejauh ini termasuk yang aktif. 

Oleh karena itu, melihat dari keaktifan sesar bearibis tidak menutup kemungkinan berpotensi gempa. Tetapi sejauh ini, menurut informasi yang diperoleh dari BMKG, meski sesar baribis terhitung aktif namun dari belum menunjukkan adanya tingkat kompresi yang tinggi. 

Meski demikian, BMKB meminta masyarakat Jakarta tetap waspada. Beberapa waktu lalu, Koordinator Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG kepada wartawan pernah menyampaikan bahwa sesar baribis memiliki  
potensi gempa yang diakibatkan dari keaktifan sesar tersebut.

Menurut Daryono, aktifnya Sesar Baribis bisa dibuktikan dengan adanya pergeseran sekitar 5 milimiter per tahun. Keaktifan sesar ini didukung data adanya aktivitas gempa yang terpantau di jalur sesar, meskipun dalam magnitudo kecil 2,3 - 3,1.

SESAR BARIBIS PERLU DIWASPADAI
Dari wikipedia berbahasa Indonesia tertulis bahwa Sesar Baribis adalah Sesar aktif yang membentang dari timur hingga barat pulau Jawa. Sesar Baribis merupakan sesar terpanjang di Pulau Jawa. 

Sesar ini melintasi sisi barat Subang dan Purwakarta, Karawang, Cibatu (Bekasi), Depok, Jakarta hingga Tangerang dan Raskasbitung. Keberadaan Sesar ini masih menjadi dugaan bahkan disebut-sebut sebagai ancaman besar bagi Jakarta. Sesar ini membentang sepanjang 25 Km di selatan Jakarta. 

Di Indonesia, tepatnya Provinsi Jawa Barat, ada enam struktur sesar regional, yaitu Sesar Cimandiri, Sesar Cipeles, Sesar Baribis, Sesar Lembang, Sesar Pelabuhanratu, dan Sesar Citanduy. 

Jika Sesar Baribis bergerak maka, maka satu blok batuan akan bergeser ke atas sedangkan blok batuan lainnya akan bergeser ke bawah. Jika ini terjadi maka akan terjadi gempa yang kalau terjadi dalam skala besar, setidaknya akan mirip dengan yang terjadi Cianjur, beberapa hari lalu. ***

Reporter: Damas Sudrajat Giano
Editor: Damas Sudrajat Giano
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar